Banyak peserta mengaku merasa lebih ringan saat pulang, seolah beban yang lama dipikul akhirnya bisa dilepaskan.
Beberapa unggahan testimoni peserta juga dibagikan, mulai dari ungkapan rasa syukur, ketenangan batin, hingga harapan agar acara serupa kembali digelar di Samarinda.
Menata Hati Samarinda Jadi Ruang Pemulihan Luka Batin
Kegiatan Menata Hati Samarinda bukan sekadar kajian keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pemulihan luka batin bagi masyarakat.
Acara Menata Hati ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa merasa lelah, sedih, dan terluka, selama tidak menyerah dan tetap kembali kepada Allah.
Dengan dukungan berbagai pihak dan sponsor, Menata Hati Samarinda berhasil menghadirkan pengalaman yang berkesan dan bermakna bagi ribuan warga.
Harapannya, setiap peserta Menata Hati pulang dengan hati yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan jiwa yang lebih utuh.
(shi)




