Pada sesi pagi, peserta diajak untuk belajar menerima takdir, memahami bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana, namun selalu ada kebaikan di balik setiap ketetapan Allah.
“Jangan terlalu bersedih dengan apa yang tak sesuai dengan harapanmu,” tutur Ustaz Hilman Fauzi di hadapan ribuan peserta.
“Kadang kegagalanmu adalah cara Allah untuk menyelamatkanmu dari sesuatu yang tidak baik untukmu,” ssambungnya.
Sementara pada sesi siang, materi “Menyembuhkan Luka Hati” menjadi puncak emosi.
Ustadz Hilman menekankan bahwa luka batin tidak selalu sembuh hanya dengan berjalannya waktu, tetapi akan pulih ketika seseorang mengizinkan Allah untuk menyentuh dan menyembuhkannya.
“Luka di hati tak selalu sembuh dengan waktu, tapi akan pulih ketika kita izinkan Allah menyentuhnya,” ujar Ustaz Hilman Fauzi di hadapan peserta.
“Sebab tak ada yang lebih ahli menyembuhkan hati selain Allah, karena Dia paling tahu mengapa hati kita pernah terluka,” lajut sang ustaz.
Suasana Haru dan Pelukan Hangat Antar Peserta
Momen paling menyentuh dalam Menata Hati Samarinda terjadi ketika peserta saling berpelukan.
Tangis, senyum, dan rasa lega bercampur menjadi satu.
Tag



