Arus Daerah

2.000 Warga Hadiri Kajian Menata Hati di Samarinda, Penuh Haru dan Refleksi Diri

Menata Hati Samarinda Jadi Ruang Pemulihan Luka Batin

Senin, 2 Februari 2026 19:3

REKOMENDASI - Ribuan warga Samarinda hadiri Menata Hati bersama Ustadz Hilman Fauzi, jadi ruang pemulihan emosional (Foto: Instagram @menatahati.tc)

ARUSBAWAH.CO - Kegiatan kajian bertajuk Menata Hati Samarinda sukses menarik perhatian ribuan warga.

Sekitar 2.000 peserta Menata Hati Samarinda memadati acara yang digelar dalam beberapa sesi, mulai dari pagi hingga siang, dengan menghadirkan Ustaz Hilman Fauzi sebagai pemateri utama.

Acara Menata Hati ini menjadi ruang aman bagi masyarakat Samarinda untuk berhenti sejenak, menata perasaan, dan memeluk luka batin yang selama ini dipendam.

Sejak awal hingga akhir, suasana haru begitu terasa, terlihat dari banyaknya peserta Menata Hati yang menitikkan air mata dan saling menguatkan satu sama lain.

Ribuan Warga Samarinda Padati Menata Hati Sesi Pagi dan Siang

Menata Hati Samarinda dibagi ke dalam beberapa sesi agar dapat menampung antusiasme masyarakat.

Pada sesi pagi, sebanyak 2.000 warga hadir dan memenuhi lokasi acara sejak registrasi dibuka.

Sesi ini dilanjutkan dengan sesi siang, yang kembali dihadiri ribuan peserta dengan semangat yang sama.

Meski cuaca cukup terik, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para peserta. Mereka datang membawa cerita, luka, dan harapan untuk dipeluk bersama dalam suasana yang hangat dan penuh empati.

Materi Menyentuh: Belajar Menerima Takdir hingga Menyembuhkan Luka Hati

Dalam kajiannya, Ustadz Hilman Fauzi menyampaikan materi yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pada sesi pagi, peserta diajak untuk belajar menerima takdir, memahami bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana, namun selalu ada kebaikan di balik setiap ketetapan Allah.

“Jangan terlalu bersedih dengan apa yang tak sesuai dengan harapanmu,” tutur Ustaz Hilman Fauzi di hadapan ribuan peserta.

“Kadang kegagalanmu adalah cara Allah untuk menyelamatkanmu dari sesuatu yang tidak baik untukmu,” ssambungnya.

Sementara pada sesi siang, materi “Menyembuhkan Luka Hati” menjadi puncak emosi.

Ustadz Hilman menekankan bahwa luka batin tidak selalu sembuh hanya dengan berjalannya waktu, tetapi akan pulih ketika seseorang mengizinkan Allah untuk menyentuh dan menyembuhkannya.

“Luka di hati tak selalu sembuh dengan waktu, tapi akan pulih ketika kita izinkan Allah menyentuhnya,” ujar Ustaz Hilman Fauzi di hadapan peserta.

“Sebab tak ada yang lebih ahli menyembuhkan hati selain Allah, karena Dia paling tahu mengapa hati kita pernah terluka,” lajut sang ustaz.

Suasana Haru dan Pelukan Hangat Antar Peserta

Momen paling menyentuh dalam Menata Hati Samarinda terjadi ketika peserta saling berpelukan.

Tangis, senyum, dan rasa lega bercampur menjadi satu.

Banyak peserta mengaku merasa lebih ringan saat pulang, seolah beban yang lama dipikul akhirnya bisa dilepaskan.

Beberapa unggahan testimoni peserta juga dibagikan, mulai dari ungkapan rasa syukur, ketenangan batin, hingga harapan agar acara serupa kembali digelar di Samarinda.

Menata Hati Samarinda Jadi Ruang Pemulihan Luka Batin

Kegiatan Menata Hati Samarinda bukan sekadar kajian keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pemulihan luka batin bagi masyarakat.

Acara Menata Hati ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa merasa lelah, sedih, dan terluka, selama tidak menyerah dan tetap kembali kepada Allah.

Dengan dukungan berbagai pihak dan sponsor, Menata Hati Samarinda berhasil menghadirkan pengalaman yang berkesan dan bermakna bagi ribuan warga.

Harapannya, setiap peserta Menata Hati pulang dengan hati yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan jiwa yang lebih utuh.

(shi)

Tag

MORE