Arus Publik

13 Negara Pembeli Batu Bara Kaltim, China Masih Nomor Wahid! 6,5 Kali Lipat APBD Kaltim 2026

Berikut 13 Negara Pembeli Terbesar Emas Hitam Kaltim

Rabu, 28 Januari 2026 18:28

ILUSTRASI - PT BUMNU akan kelola lahan tambang dengan konsesi 26 ribu hektar/ Foto: Pexels

ARUSBAWAH.CO - Sebanyak 13 negara tercatat sebagai pembeli utama batu bara Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025.

Emas hitam asal bumi etam itu mengalir ke berbagai negara, dengan pasar utama terkonsentrasi di Asia.

Data yang dihimpun redaksi Arusbawah.co dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, selama Januari hingga November 2025, nilai ekspor nonmigas Kaltim mencapai US$17,006,78 miliar, atau setara sekitar Rp284,4 triliun.

Angka itu didominasi batu bara yang dikirim ke 13 negara tujuan utama.

DATA BPS - Data BPS Kaltim terkait Ekspor Nonmigas menurut negara tujuan per November 2025/Sumber: BPS Kaltim 2025

 

China Masih Jadi Pembeli Terbesar Batu Bara Kaltim

Dari 13 negara itu, Tiongkok (China) masih menjadi pembeli paling besar batubara Kaltim.

Sepanjang Januari–November 2025, nilai ekspor nonmigas Kaltim ke China mencapai US$5,84 miliar, atau sekitar Rp97,6 triliun. Jumlah ini setara dengan 6,5 kali lipat dari APBD Kaltim 2026 yang senilai Rp 15 Triliun. 

Angka itu menyumbang 34,31 persen dari total ekspor nonmigas Kaltim.

Dengan porsi sebesar itu, lebih dari sepertiga batu bara yang keluar dari Kaltim berakhir di pasar China.

India dan Filipina Masuk Tiga Besar

Di posisi kedua, India menyerap batu bara Kaltim senilai US$2,78 miliar, atau sekitar Rp43,5 triliun.

Kontribusinya mencapai 16,37 persen.

Kemudian, Filipina, negara ini berada di peringkat ketiga dengan nilai ekspor US$1,41 miliar, setara sekitar Rp23 triliun.

Pada November 2025, ekspor ke Filipina melonjak 25,26 persen, menandakan permintaan yang kembali menguat di penghujung tahun.

ASEAN Masih Jadi Pasar Penting Batu Bara Kaltim

Jika dilihat per kawasan, ASEAN masih menjadi pasar penting bagi batu bara Kaltim.

Total nilai ekspor nonmigas ke Asia Tenggara sepanjang Januari–November 2025 mencapai US$3,79 miliar, atau sekitar Rp63 triliun.

Kontribusinya mencapai 22,30 persen dari total ekspor nonmigas.

Selain itu, Malaysia dan Vietnam juga menjadi tujuan utama penerima batu bara Kaltim.

Ekspor ke Malaysia tercatat US$961,08 juta (sekitar Rp16 triliun), sedangkan Vietnam US$942,72 juta (sekitar Rp15,7 triliun).

 

Pasar Asia Timur Masih Bertahan

Di Asia Timur, Jepang masih menjadi pembeli penting dengan nilai ekspor US$1,05 miliar, atau sekitar Rp17,5 triliun.

Berbeda dengan Jepang, Korea Selatan mencatat nilai ekspornya mencapai US$668,28 juta, setara Rp11,4 triliun.

Sementara Taiwan nilai ekspornya US$786,01 juta, atau sekitar Rp13,1 triliun.

Bangladesh dan Djibouti Mulai Muncul

Bangladesh mencatat nilai ekspor batu bara Kaltim ke negara ini mencapai US$702,75 juta, atau sekitar Rp11,7 triliun.

Satu nama lain adalah negara Djibouti.

Negara di Afrika Timur ini sebelumnya nyaris tak tercatat dalam peta ekspor Kaltim.

Namun pada November 2025, ekspor ke Djibouti muncul dengan nilai US$20,13 juta, atau sekitar Rp337 miliar.

Nilainya memang kecil, tapi menunjukkan mulai terbukanya pasar baru di luar Asia.

Pasar Uni Eropa Masih Terbatas

Berbeda dengan Asia, pasar Uni Eropa belum menjadi tujuan utama batu bara Kaltim.

Sepanjang Januari–November 2025, nilai ekspor nonmigas ke kawasan ini hanya US$250,06 juta, atau sekitar Rp3,9 triliun.

Italia, Belanda, dan Rumania menjadi tujuan utama, namun kontribusinya masih jauh di bawah Asia.

Total Ekspor Batu Bara Kaltim Sepanjang 2025

Dengan demikian, secara keseluruhan, ekspor nonmigas Kaltim ke 13 negara tujuan utama sepanjang 2025 mencapai US$17,006,78 miliar, atau setara sekitar Rp284,4 triliun.

(wan)

 

Tag

MORE