ARUSBAWAH.CO - Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memanaskan mesin politik lebih awal.
Meski pada Pemilu 2024 hanya berada di posisi ketujuh dengan 117.107 suara, partai itu justru menargetkan sapu bersih kursi di seluruh daerah pemilihan pada 2029 mendatang.
Lewat Pelantikan yang digelar di Samarinda Convention Hall, Sabtu (25/4/2026), partai berlambang matahari ini secara terbuka memasang target tinggi yakni menguasai seluruh daerah pemilihan pada Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, bersama sejumlah pejabat dan kader dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Forum itu tak sekadar seremoni pelantikan, tapi juga menjadi panggung konsolidasi sekaligus penegasan arah politik PAN ke depan.
Zulkifli Hasan Akui Penurunan, Targetkan Empat Besar
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan tak menutup fakta bahwa posisi PAN mengalami penurunan pada Pemilu 2024.
Dari sebelumnya berada di peringkat lima, PAN kini turun ke posisi tujuh dalam perolehan suara partai di Kaltim.
“Kita turun dari nomor lima ke nomor tujuh. Namun tidak perlu khawatir. Insyaallah pemilu mendatang kita akan menjadi empat besar,” tegasnya.
Optimisme itu kemudian diturunkan menjadi target di Kaltim.
Target 100 Persen Dapil, PAN Kaltim Pasang Ambisi Maksimal
Sekretaris DPW PAN Kaltim, Jasno, menyampaikan bahwa partainya tidak lagi bicara sekadar menambah kursi, tapi langsung memasang target maksimal di setiap daerah pemilihan.
“Kita targetnya setiap dapil 10 kabupaten/kota harus terisi. Setiap dapil baik itu provinsi maupun DPRD kabupaten/kota yang kosong itu targetnya harus kita isi 100 persen,” ujarnya.
Jasno menegaskan, tidak boleh ada satu pun dapil yang tidak menghasilkan kursi bagi PAN.
“Setiap dapil kita usahakan dapat kursi 100 persen,” tambahnya.
Target tersebut terbilang ambisius jika melihat capaian suara PAN pada Pemilu 2024.
Data KPU: PAN Masih di Posisi Ketujuh Pemilu 2024
Berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Kalimantan Timur Nomor 30 Tahun 2024, PAN hanya mengantongi 117.107 suara, tertinggal dari enam partai lain.
Partai Golkar masih mendominasi dengan 512.660 suara, disusul Gerindra 342.752 suara dan PDI Perjuangan 322.075 suara.
Di bawahnya, PKB meraih 159.394 suara, PKS 151.666 suara, dan NasDem 125.380 suara.
PAN berada di posisi ketujuh, hanya sedikit di atas Demokrat dengan 108.234 suara.
Di bawah PAN, PPP memperoleh 84.686 suara, disusul Partai Gelora 41.156 suara, Hanura 30.231 suara, PSI 22.531 suara, Perindo 16.621 suara, PKN 12.366 suara, Partai Buruh 7.668 suara, Partai Ummat 5.167 suara, PBB 4.838 suara, dan Partai Garuda 3.496 suara.
Dengan peta kekuatan seperti itu, target menyapu bersih seluruh dapil10 kabupaten/kota jelas menjadi pekerjaan berat.
Namun PAN tampaknya tidak hanya bertumpu pada legislatif.
Bidik Eksekutif: Dari Kabupaten hingga Provinsi
Jasno mengungkapkan, partainya juga mulai menyiapkan langkah di jalur eksekutif.
Sejumlah daerah sudah masuk dalam radar pencalonan kepala daerah.
“Ada beberapa tempat. Salah satunya kader PAN nanti maju jadi bupati atau wakil bupati di Kutai Barat atau Mahakam Ulu,” ujarnya.
Selain itu, Kutai Kartanegara juga disiapkan sebagai medan pertarungan.
“Kukar juga kita persiapkan kader PAN untuk maju bupati dan wakil bupati,” lanjutnya.
Tak hanya itu, ambisi politik PAN juga menyasar kota-kota besar.
Jasno bahkan menyatakan kesiapan pribadinya untuk maju di Pilkada Samarinda.
“Dan kemudian Samarinda juga saya akan siap maju untuk baik wali kota maupun wakil wali kota,” tegasnya.
Bontang pun tak luput dari bidikan.
PAN mengaku sudah menyiapkan kader untuk bertarung di level wali kota maupun wakil wali kota di kota industri tersebut.
Lebih jauh, PAN Kaltim juga membuka peluang untuk bertarung di level provinsi.
Targetnya tak tanggung-tanggung yakni kursi gubernur atau wakil gubernur.
“Untuk provinsi tentunya kita juga berkeinginan di eksekutif. Entah itu gubernur atau wakil gubernur. Karena memang di 2029 itu semua partai, apalagi PAN, bisa mencalonkan dan dicalonkan,” kata Jasno.
(wan)
- Rudy Mas’ud Disemprot Tiga Kader Gerindra Saat Bandingkan Hijrah Mas’ud dengan Adik Prabowo Hashim Djojohadikusumo
- Hijrah Masuk TGUPP Dibela Rudy Mas’ud, Castro: Gubernur Tak Punya Hak Prerogatif
- Adu Logika Politik Dinasti: Antara Kepastian Hukum Bambang Widjojanto dan Kritik Peluang Bang Eka
- Pukul 16.30 WITA Kemarin, Dua Spanduk Raksasa Warnai Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Gubernur Kaltim




