“Tidak ada yang salah dengan mimpi. Yang salah itu pada saat punya mimpi tapi tidak dikerjakan. Tapi kalau punya mimpi dikerjain, tidak ada yang salah. Siapa tahu dari salah satu mimpi itu bisa kejadian,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan pengalaman internal partai yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, tetapi pada akhirnya dapat tercapai. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa target tinggi bisa diwujudkan jika diiringi kerja keras.
“PKB ini partai yang saya juga tahu dari awal, mungkin banyak dibilang tidak mungkin. Saya saja yang pimpinan (dibilang) tidak bakal jadi pimpinan, buktinya jadi pimpinan,” tuturnya.
Wanita kelahiran Metro, 6 Januari 1980 ini juga menyinggung pentingnya keberanian memasang target tinggi bagi partai. Menurutnya, mimpi politik bukan sesuatu yang keliru selama diiringi dengan kerja nyata.
“Tidak ada yang salah sama mimpi. Yang salah punya mimpi tidak dikerjain. Tapi kalau punya mimpi dikerjain, tidak ada yang salah. Siapa tahu dari salah satu mimpi itu bisa kejadian,” tegas Yenni.
Yenni menambahkan bahwa dinamika politik masih sangat mungkin berubah hingga menjelang tahapan penetapan calon.
Oleh karena itu, target yang dipasang tetap fleksibel dan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.
“Tapi kan kita lihat perubahan sistem, semua bisa berubah di detik terakhir,” pungkasnya.
Menakar Target PKB Kaltim di Pemilu 2029
Target peningkatan posisi eksekutif yang disampaikan Yenni Eviliana juga selaras dengan arah baru PKB Kaltim yang mulai berani memasang target ambisius di tingkat legislatif.
Salah satunya adalah target meraih 11 kursi DPRD Kaltim pada Pemilu 2029.
Target tersebut pertama kali digaungkan dalam Musyawarah Wilayah PKB Kalimantan Timur 2025 yang digelar di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada 8 Desember 2025.
Tag



