ARUSBAWAH.CO - Bangunan yang pernah menjadi tempat menginap para kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-30 tahun 2024 di kawasan Gelora Kadrie Oening, Samarinda, kini berubah fungsi.
Setelah lama terbengkalai dan tak lagi digunakan, Wisma Atlet Kalimantan Timur resmi dibuka kembali sebagai hotel bintang tiga.
Setelah lama terbengkalai dan tak lagi digunakan, Wisma Atlet Kalimantan Timur resmi beroperasi sebagai hotel bintang tiga.
Tarifnya tak jauh berbeda dengan hotel-hotel bisnis di kota ini sekitar Rp398 ribu per malam untuk kamar standard twin dengan fasilitas smart TV, WiFi, air mineral, dan perlengkapan mandi.
Namun di balik operasional baru ini, ada skema bisnis yang menarik.
Hotel yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) ini kini dikelola oleh Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (Perseroda MBS) bekerja sama dengan pihak swasta, Phinisi Hospitality Group, yang dikenal berpengalaman mengelola jaringan hotel di beberapa kota besar di Indonesia.
Langkah itu telah diatur secara resmi melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 29 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Wisma Atlet oleh Perseroda MBS.
Dalam beleid itu, Pemprov Kaltim menetapkan pembagian hasil laba bersih 35 persen untuk Pemprov dan 65 persen untuk MBS.
Skema ini dimaksudkan untuk mendorong MBS lebih aktif mengelola aset daerah agar mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Uang dari “Kantong Kanan ke Kantong Kiri”
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim), Ahmad Muzakkir, menjelaskan alasan pemerintah memilih MBS untuk mengelola langsung aset ini, bukan pihak swasta.
“Kita bukan tidak mau menggandeng swasta, tapi kita beri kesempatan ke Perusda kita dulu. Saya berharap uang di kantong kanan masuk ke kantong kiri,” ujar Muzakkir ketika ditemui wartawan, pada Kamis (5/11/2025).
Ia menilai, sudah waktunya Perusda Kaltim menunjukkan tanggung jawab dalam mengelola aset masyarakat secara profesional.
Tag



