ARUSBAWAH.CO - Proyek pembangunan Waterboom Pulau Kumala di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kembali menyita perhatian publik.
Wahana wisata air yang digadang-gadang bakal menjadi terbesar di Kaltim ini belum juga rampung, meski sejak 2023 telah menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa masih ada beberapa bagian pekerjaan yang belum dituntaskan oleh kontraktor.
Kondisi tersebut membuat proyek ini memerlukan tambahan dana sebelum bisa dibuka sepenuhnya untuk masyarakat.
“Masih ada sejumlah kegiatan yang belum selesai dan memang membutuhkan anggaran tambahan. Namun untuk perawatannya nanti tetap menjadi tanggung jawab penyedia sebelum diresmikan atau diserahterimakan,” ujar Rendi usai rapat paripurna di DPRD Kukar, Jumat (28/11/2025).
Ia mencontohkan, beberapa bagian seperti cat wahana yang mulai pudar akan diperbaiki pihak penyedia sebelum serah terima.
Meski begitu, ia mengakui belum mengetahui secara detail komponen teknis apa saja yang masih kurang.
“Soal detail mesin saya kurang paham, apakah sudah siap atau belum. Yang jelas, laporan terakhir menyebut masih butuh beberapa miliar rupiah agar bisa beroperasi. Kami sudah meminta agar tahun depan bisa dibuka untuk umum, yaitu 2026,” jelasnya.
Isu lain yang muncul berasal dari informasi Dinas Pariwisata Kukar mengenai lima unit mesin yang disebut telah terpasang, namun tidak terlihat saat pengecekan di ruang mesin.
Rendi mengatakan belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Saya belum melihat bagian dalamnya. Kemarin juga tidak sempat masuk ke ruang mesin. Nanti saya cek lagi. Kalau sudah kontrak, seharusnya mesinnya ada dan terpasang sesuai dokumen,” ungkapnya.
Rendi menambahkan, pembangunan wahana waterboom memang membutuhkan tahapan yang cukup panjang.
Salah satunya adalah uji coba kolam untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan konstruksi sebelum mesin dipasang.
“Biasanya prosesnya memang panjang. Mesinnya tidak langsung dipasang, uji kolam dilakukan terlebih dahulu,” tuturnya.
Terkait ruang mesin yang disebut kosong, Rendi memastikan akan melakukan pengecekan ulang.
“Besok saya follow-up, saya juga ingin tahu,” tegasnya.
Pembangunan Waterboom Pulau Kumala sendiri ditargetkan menjadi ikon wisata baru di Kukar dan diharapkan dapat beroperasi pada 2026.
(adv)




