Modus penipuan dengan menggunakan nomor palsu yang mengatasnamakan pejabat atau tokoh masyarakat semakin sering terjadi.
Puguh membeberkan, jika pelaku biasanya memanfaatkan identitas orang yang dikenal untuk menarik kepercayaan, lalu melakukan aksi penipuan dengan cara meminta transfer sejumlah uang atau informasi sensitif dari korbannya.
“Ini bukan kali pertama," ucapnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi jika menerima pesan mencurigakan, terlebih jika berasal dari nomor yang tidak dikenal. Selain itu, dianjurkan untuk segera melaporkan ke pihak berwenang jika ada indikasi penipuan.
1. Jangan mudah percaya pada nomor yang mengatasnamakan pejabat atau instansi.
2. Lakukan verifikasi langsung melalui nomor resmi atau melalui instansi terkait.
3. Jangan memberikan informasi sensitif atau mentransfer uang tanpa memastikan keabsahan permintaan.
Dengan semakin maraknya modus penipuan seperti ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan tidak mudah tertipu oleh aksi pelaku yang memanfaatkan identitas palsu. (ale)
Tag



