Kompetisi berjenjang, menurut Ekti, tidak hanya menjadi ajang pengukuran kemampuan atlet, tetapi juga sarana menyeleksi talenta potensial yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional maupun internasional.
Kejuaraan yang digelar secara rutin juga dapat menumbuhkan semangat kompetitif sekaligus motivasi bagi para atlet muda.
Selain itu, ia melihat momentum pembenahan pembinaan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan.
“Sinergi FAJI, KONI, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat diperlukan agar proses pembinaan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi berjalan berkelanjutan dan memiliki arah yang jelas,” ucap Ekti.
Ekti berharap seluruh pihak yang terlibat dalam olahraga arung jeram di Kaltim dapat bergerak serempak.
Dengan koordinasi yang baik dan pembinaan terstruktur, daerah ini diyakini memiliki potensi besar untuk meraih prestasi tinggi.
“Sekaligus mengukuhkan posisi sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam olahraga arung jeram di Indonesia,” jelasnya.
Ekti menegaskan bahwa pembinaan yang terstruktur akan memperkuat posisi Kaltim sebagai daerah yang diperhitungkan dalam olahraga arung jeram di tingkat nasional. (adv)
Tag



