Menurut Adrian, dampak pemadaman dirasakan hampir seluruh wilayah dalam sistem interkoneksi PLN UID Kaltimra, mulai Samarinda, Balikpapan, Bontang, Berau hingga wilayah Kalimantan Utara seperti Tanjung Selor.
"Semua terdampak karena sistemnya interkoneksi," ujarnya.
Padam Maksimal Tiga Jam, Rumah Sakit Jadi Prioritas
Adrian menjelaskan setiap pelanggan dijadwalkan mengalami pemadaman selama dua hingga tiga jam dan umumnya terjadi setiap dua sampai tiga hari sekali.
"Estimasinya satu pelanggan merasakan padam itu sekitar dua sampai tiga hari sekali dan maksimal tiga jam," katanya.
Namun, jadwal tersebut hanya berlaku untuk pemadaman terencana.
Jika terjadi gangguan di luar rencana, durasi maupun jadwal dapat berubah.
PLN juga memberikan prioritas terhadap fasilitas vital seperti rumah sakit.
"Rumah sakit menjadi prioritas terakhir untuk dipadamkan karena menyangkut keselamatan jiwa. Kalau kantor pemerintahan tetap bisa terkena pemadaman sesuai pengaturan," ujarnya.
Bahkan, Adrian mengaku kantor PLN sendiri juga ikut mengalami pemadaman.
"Kantor PLN juga mati. Masa kami enggak mati," katanya sambil tertawa.
Ia berharap proses perbaikan pembangkit dapat selesai lebih cepat dari target.
"Estimasinya Juli. Tapi kami usahakan lebih cepat. Mohon doa dari masyarakat supaya proses perbaikannya berjalan lancar," tutup Adrian.
(raf)
Tag




