"Kalau dibilang mewah, ini jaket saya juga dikasih. Saya berteman dengan siapa saja, dari orang kaya, sedang, miskin, sampai yang dianggap gila pun saya temani," jelasnya.
Abdul Giaz juga menyinggung bahwa sejak sebelum menjabat sebagai anggota DPRD, ia sudah terbiasa bergaul dengan berbagai kalangan.
Bahkan, ia mengaku sering diajak beraktivitas oleh rekan-rekannya yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik.
"Soal saya umroh, ya saya diajak teman-teman yang punya rezeki lebih. Itu bukan berarti saya pamer kemewahan. Saya orangnya tulus, banyak juga dibantu oleh teman-teman," tegasnya.
Tidak hanya membantah tudingan, Abdul Giaz yang merupakan seorang konten kreator juga berencana untuk melaporkan penyebar video tersebut ke pihak kepolisian.
Adul sapaan akrabnya menilai bahwa konten yang beredar sudah mengarah pada fitnah.
"Ini fitnah! Saya akan laporkan ke Polresta atau mungkin ke Kapolda. Kita akan tanyakan ke tim cyber supaya ini tidak melebar. Jangan sampai masyarakat Kaltim terpecah karena isu seperti ini," kata Abdul Giaz.
Menurutnya, perlu ada upaya serius untuk mencari tahu siapa dalang di balik penyebaran video tersebut.
Ia khawatir ada pihak luar yang ingin memprovokasi masyarakat Kaltim dengan menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Tag



