ARUSBAWAH.CO - Kenaikan harga BBM yaitu Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 memunculkan berbagai reaksi di media sosial.
Selain keluhan terkait meningkatnya biaya pengeluaran, sejumlah konten lama yang pernah viral juga kembali bermunculan dan menjadi bahan perbincangan publik.
Salah satu yang ramai dibahas adalah lagu "2019 Ganti Presiden".
Potongan video dan lirik lagu tersebut kembali beredar di berbagai platform digital setelah harga Pertamax mengalami kenaikan.
Banyak warganet mengunggah ulang lagu itu sebagai bentuk sindiran, kritik, hingga sekadar nostalgia terhadap dinamika politik beberapa tahun lalu.
Harga Pertamax Naik, Media Sosial Langsung Ramai
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi menjadi pemicu munculnya berbagai diskusi di ruang digital.
PT Pertamina melakukan kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Rabu (10/6/2026).
Tak lama setelah informasi itu menyebar, media sosial dipenuhi berbagai unggahan yang menyoroti dampak kenaikan harga BBM terhadap kehidupan sehari-hari.
Topik tersebut bahkan menjadi salah satu pembahasan yang banyak mendapat perhatian dari pengguna internet.
Lagu '2019 Ganti Presiden' Kembali Muncul
Di tengah ramainya perbincangan itu, lagu "2019 Ganti Presiden" kembali beredar di platform seperti TikTok, X, Facebook, hingga Instagram.
Video-video lama yang menggunakan lagu tersebut diunggah ulang dan dikaitkan dengan situasi ekonomi saat ini.
Sebagian pengguna media sosial memanfaatkan lagu itu sebagai bentuk ekspresi politik.
Namun, ada juga yang hanya menjadikan lagu tersebut sebagai materi hiburan atau meme tanpa membawa pesan tertentu.
Berisi Kritik Terhadap Kondisi Ekonomi dan Sosial
Lagu "2019 Ganti Presiden" pertama kali viral pada Mei 2018 dan dikaitkan dengan gerakan politik bertajuk #2019GantiPresiden.
Dalam liriknya, lagu tersebut menggambarkan keluhan masyarakat mengenai sulitnya mencari pekerjaan, meningkatnya pengangguran, hingga tingginya harga berbagai kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, lirik lagu juga menyinggung persoalan kenaikan sembako, tarif listrik, harga BBM, beban pajak, hingga isu korupsi.
Seluruh tema tersebut kemudian diarahkan pada seruan pergantian kepemimpinan nasional melalui Pemilu Presiden 2019.
Bagian yang paling dikenal publik adalah pengulangan frasa "2019 Ganti Presiden" yang menjadi slogan utama lagu tersebut.
Lagu itu kemudian berkembang menjadi gerakan politik yang cukup ramai dibicarakan menjelang pesta demokrasi lima tahunan pada waktu itu.
(naa)




