ARUSBAWAH.CO - Sebuah video yang memperlihatkan panjangnya antrean warga untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU terapung Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), viral di media sosial.
Video itu memantik reaksi warganet karena menunjukkan bagaimana warga di wilayah pedalaman Kaltim masih harus mengantre panjang hanya untuk memperoleh Pertalite dan Biosolar.
Dalam video yang beredar, puluhan warga terlihat membawa jeriken dengan berbagai ukuran.
Mereka sudah datang sejak SPBU terapung mulai beroperasi agar kebagian BBM subsidi.
Antrean tampak mengular dari area ponton SPBU hingga ke dermaga kayu di tepi Sungai Mahakam.
Video itu diunggah ulang oleh salah satu akun Instagram bernama @kaltimku.
Dalam keterangannya disebutkan, antrean panjang terjadi di SPBU terapung Kecamatan Long Iram karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
"Antrean panjang terlihat di SPBU terapung yang berada di Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Warga tampak rela menunggu giliran demi mendapatkan BBM bersubsidi," tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menyebutkan puluhan warga sudah memenuhi lokasi SPBU sejak jam operasional dimulai.
Mereka mengantre untuk membeli Pertalite maupun Biosolar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di kawasan pedalaman.
Dari video yang beredar, suasana antrean terlihat ramai namun tetap tertib.
Sebagian warga berdiri di atas dermaga sambil menjaga jeriken yang telah disusun rapi.
Sebagian lainnya menunggu giliran di atas ponton SPBU terapung.
Sementara petugas terus melayani proses pengisian BBM satu per satu.
Tag



