ARUSBAWAH.CO - Perumda Varia Niaga Samarinda mulai mengarahkan ekspansi bisnisnya ke sektor perumahan subsidi.
Langkah ini dilakukan untuk merespons tingginya backlog perumahan dan kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Samarinda.
Proyek perdana akan dibangun di Pelita 7, Kecamatan Sambutan, di atas lahan milik Varia Niaga yang selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan secara optimal.
Proyek ini telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kota Samarinda.
“Rumah subsidi ini sudah disetujui dalam RKP. Tahun ini kami mulai gas. Ini bukan sekadar bisnis, tapi bagian dari dukungan BUMD terhadap program strategis pemerintah kota,” ujar Direktur Utama Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, Jumat (6/2/2026).
Dari Lahan Tidur ke Hunian Rakyat
Lahan di Pelita 7 bukan aset baru. Syamsuddin menjelaskan, lahan tersebut adalah hasil bisnis lama Varia Niaga yang sempat tidak tertata administrasinya sebelum 2021.
“Saat saya masuk, banyak aset yang belum jelas. Kami benahi satu per satu, patok ulang, bersihkan administrasinya, dan kini sedang diproses ke sertifikat hak milik untuk pengembangan properti,” jelas Syamsuddin.
Penataan ini menjadi krusial agar tanah BUMD bisa dilegalisasi dan dimanfaatkan sebagai perumahan subsidi, bukan sekadar tercatat di neraca tanpa fungsi sosial dan ekonomi.
Tag



