Arus Publik

Samarinda Terkini

Utang Pemkot Samarinda Rp400 Miliar Jadi Prioritas, Tahun Ini Mau Dibayarkan

Selasa, 26 Mei 2026 21:14

KOLASE - Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COPemkot Samarinda tahun ini memprioritaskan untuk membayar utang pemerintah kota yang nilainya mencapai sekitar Rp400 miliar.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan memprioritaskan pelunasan utang sekitar Rp400 miliar pada tahun 2026.

Menurut Andi Harun, sebagian besar postur APBD tahun ini akan difokuskan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran tersebut agar kondisi keuangan daerah kembali stabil pada tahun berikutnya.

“Ya, fokus kita tahun ini membayar utang,” ujar Andi Harun kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, di kebijakan APBD 2026 diarahkan untuk pembayaran utang, sementara sisanya tetap digunakan untuk pelayanan dasar masyarakat dan pembangunan prioritas.

“Sudah kita hitung. Sekitar 80 persen anggaran digunakan untuk membayar utang, 20 persen tetap untuk pelayanan publik, pelayanan dasar, dan infrastruktur penting. Pendidikan dan kesehatan tetap harus berjalan,” katanya.

Andi Harun menegaskan seluruh utang tersebut ditargetkan lunas pada tahun ini.

“Iya, kita akan bayarkan tahun ini,” tegasnya.

Utang Muncul Akibat Efisiensi Anggaran

Politikus Gerindra ini mengatakan munculnya utang bukan karena kesengajaan pemerintah daerah, melainkan dampak dari perubahan kondisi fiskal di tengah perjalanan APBD.

Menurutnya, rencana belanja sebelumnya telah disusun berdasarkan proyeksi penerimaan daerah. Namun di tengah jalan terjadi efisiensi anggaran yang membuat kemampuan keuangan daerah berubah.

“Munculnya utang itu bukan sesuatu yang disengaja. Dalam perjalanan APBD kita ada efisiensi,” ujarnya.

“Rencana belanja sudah disusun berdasarkan rencana penerimaan sebelumnya. Tapi karena ada efisiensi dan kita harus loyal mendukung program pemerintah, maka anggaran yang tersedia tidak lagi sesuai dengan perencanaan awal,” sambungnya.

Akibat kondisi tersebut, kata dia, kekurangan anggaran akhirnya menjadi beban utang pemerintah daerah.

“Konsekuensinya, kekurangan itu menjadi utang,” katanya.

APBD 2027 Ditargetkan Kembali Stabil

Andi Harun menilai penyesuaian anggaran perlu dilakukan agar kondisi fiskal Pemkot tidak semakin berat di tahun-tahun berikutnya.

Karena itu, ia memilih mengambil langkah memperbesar porsi pembayaran utang dalam APBD 2026 dibanding memaksakan belanja baru.

Tag

MORE