Arus Publik

Pemkot Samarinda

Urung Pakai Gedung Yayasan Melati untuk Tahap Awal Sekolah Rakyat di Samarinda, Pemkot Siapkan Dua Alternatif Lokasi

Jumat, 23 Mei 2025 22:43

WAWANCARA - Wawancara Walikota Samarinda, Andi Harun/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda yang dijadwalkan dimulai Juli 2025 dengan 100 siswa angkatan pertama kini terancam batal menggunakan gedung Yayasan Melati di Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. 

Pasalnya, lokasi tersebut bakal digunakan kembali oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memindahkan kembali SMA Negeri 10 Samarinda pada tahun ajaran 2025/2026 ke lokasi awalnya.

Padahal, Pemkot Samarinda sebelumnya sudah melakukan kerja sama dengan Yayasan Melati untuk menumpang sementara yang di sewa sambil menunggu pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang berada di Stadion Palaran Kel, Simpang Pasir jadi. 

Menanggapi hal itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa pihaknya tak ingin memperkeruh suasana dan memilih untuk mencari alternatif lokasi lain. 

"Itu murni urusan antara Pemprov dan Yayasan. Tanahnya milik provinsi, bangunan milik separuh milik yayasan. Kalau tidak diperkenankan, ya kami akan cari tempat lain. Sekolah Rakyat tetap jalan,” katanya saat diwawancara redaksi Arusbawah.co, Jumat (23/5/2025).

Orang nomor satu di Kota samarinda itu mengaku telah menyiapkan dua opsi lokasi pengganti dari gedung Yayasan Melati, namun enggan membeberkannya saat ini demi menghindari kegaduhan publik. 

"Saya enggak mau dua tempat ini digoreng-goreng. Nanti bisa jadi kegaduhan yang malah ganggu program. Sekolah Rakyat itu untuk rakyat, bukan demi pejabat atau kepala daerah," tegasnya.

Menurutnya, jika program gagal hanya karena polemik lokasi, yang paling dirugikan adalah masyarakat miskin yang seharusnya mendapat fasilitas pendidikan gratis dari dana APBN. 

Tag

MORE