ARUSBAWAH.CO - Proyek pembangunan fasilitas insinerator di sejumlah titik Kota Samarinda memasuki fase akhir.
Hingga pertengahan Desember 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mencatat sebagian besar unit telah berdiri dan terpasang, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan konstruksi serta kesiapan teknis.
Dari total 10 unit insinerator yang direncanakan, pekerjaan kini difokuskan pada percepatan penyelesaian unit-unit yang belum sepenuhnya terpasang sekaligus persiapan uji coba operasional.
Tahap ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan dan dampak lingkungan.
Pelaksana Tugas Kepala DLH Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa meskipun pekerjaan fisik hampir rampung, tantangan utama justru berada pada fase memastikan seluruh unit benar-benar aman sebelum dioperasikan.
“Secara konstruksi sudah mendekati selesai. Tapi yang lebih penting adalah memastikan setiap unit siap dan aman digunakan. Itu yang sekarang kami kejar,” ujar Suwarso saat ditemui di kawasan Polder Air Hitam, Kamis (18/12/2025).
Saat ini, empat unit insinerator masih belum terpasang secara penuh. Unit tersebut tersebar di dua titik Kecamatan Palaran, yakni Kelurahan Handil Bakti dan Simpang Pasir, satu unit di Samarinda Seberang, serta satu unit lainnya di Kecamatan Loa Janan Ilir.
Sementara itu, sejumlah lokasi lain menunjukkan progres signifikan.
Tag



