ARUSBAWAH.CO - Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Tahun 2025 digelar pada Jumat (14/11/2025).
Agenda berlangsung khidmat di Halaman Mako Dodikjur Rindam VI/Mlw, Jalan Mulawarman No. 30, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur.
Mengusung tema “Gelorakan Bela Negara untuk Indonesia Maju — Bela Negara, Hak dan Kewajibanku,” kegiatan ini menandai komitmen pemerintah daerah bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sutadi Tekankan Peran Ormas Hadapi Tantangan Kebangsaan
Kepala Badan Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi, tampil sebagai Inspektur Upacara.
Sementara itu, Kapten Inf Suyanti dipercaya sebagai Komandan Upacara. Sekitar 60 peserta dari berbagai ormas se-Balikpapan hadir mengikuti prosesi pembukaan.
Dalam sambutannya, Sutadi menegaskan bahwa bela negara bukan hanya aktivitas fisik. Lebih jauh, ia menyebutnya sebagai komitmen seluruh warga negara untuk merawat persatuan dan keutuhan NKRI, termasuk dalam menghadapi tantangan baru seperti disinformasi, radikalisme, hingga potensi disintegrasi sosial.
“Bela negara bisa diwujudkan banyak cara: menjaga persatuan, taat hukum, aktif dalam pembangunan, dan melawan intoleransi yang mengancam harmoni bangsa,” ucapnya.
Pelatihan Digelar Sepekan, Fokus Bangun Karakter dan Ketahanan Nasional
Pelatihan akan berlangsung mulai 14–20 November 2025, diikuti 34 peserta terpilih dari berbagai organisasi masyarakat di Balikpapan.
Meski jumlah peserta lebih kecil dibanding total undangan, antusiasme terlihat sejak agenda pembukaan.
Materi yang diberikan tidak hanya soal wawasan kebangsaan dan nilai Pancasila, tetapi juga penanaman karakter serta kemampuan dasar yang mendukung penguatan ketahanan nasional.
Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak sekadar memahami konsep bela negara, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Balikpapan untuk Indonesia Tangguh
Sutadi menutup sambutannya dengan pesan kuat.
“Dari Balikpapan untuk Indonesia Tangguh. Cinta Tanah Air dan setia pada Pancasila," ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan bela negara perlu dimulai dari tingkat lokal—melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap muncul kader-kader ormas yang mampu menjadi contoh di lingkungannya.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, mereka diharapkan memiliki kemampuan menangkal berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas daerah maupun nasional.
Upacara pembukaan ini sekaligus menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan nasional—sebuah langkah penting di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks. (adv)




