Thaufiq menekankan bahwa apresiasi ini bertujuan meningkatkan semangat kompetitif para pelaku UMKM.
“Hal ini untuk memacu pelaku UMKM lainnya agar meningkatkan daya saing. Kita harus memiliki kreativitas dalam rangka meningkatkan aset dan omzet usaha,” tuturnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai ekonomi yang lesu dan pemangkasan APBD, Thaufiq menegaskan bahwa acara seperti Pekan Pesta Rasa berperan memulihkan semangat ekonomi lokal.
“Salah satunya adalah kita menyiapkan fasilitas tempat atau event bagi pelaku UMKM agar di tengah kelesuan ekonomi ini mereka tetap memiliki ruang. Kegiatan ini diharapkan berdampak pada usaha mereka. Yang paling penting, ini juga menjadi tempat hiburan bagi masyarakat. Sejahtera itu tidak hanya dari sandang pangan, tapi juga hiburan,” terangnya.
Thaufiq juga menekankan bahwa event ini sejalan dengan program Bupati Kukar yang menitikberatkan pada penguatan UMKM.
“Program bupati itu peningkatan daya saing pelaku UMKM. Dari sisi permodalan ada Kredit Kukar Idaman yang selalu ikut dalam kegiatan kita. Penguatan daya saing juga kita dorong agar UMKM bisa mendukung visi-misi Kukar Idaman,” ucap Thaufiq.
Pekan Pesta Rasa 2025 kembali menjadi wadah kolaborasi antara kuliner, seni, dan kreativitas UMKM, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di tengah tekanan ekonomi saat ini. (adv)
Tag



