Arus Publik

SPMB

TRC PPA: Tiga Calon Siswa di Samarinda Belum Dapat Sekolah, Enam Masih Menggantung

MPLS - Spanduk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu SMP Negeri di Samarinda/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Hari pertama tahun ajaran baru sudah berjalan.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga telah dimulai di seluruh SMP di Kota Samarinda.

Namun, tidak semua anak bisa mengenakan seragam dan mengikuti kegiatan itu bersama teman-teman seusianya.

Masih ada tiga calon siswa yang hingga kini belum memperoleh sekolah.

Mereka merupakan bagian dari puluhan laporan yang sebelumnya disampaikan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Samarinda.

Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun mengatakan, lembaganya sebenarnya menerima 39 pengaduan dari orang tua calon siswa.

Jumlah itu lebih banyak dibanding 36 laporan yang sebelumnya disampaikan dalam konferensi pers Tim Pengawasan (Timwas) SPMB pada Senin (13/7/2026) kemarin.

Menurut Rina, sebagian besar laporan memang telah mendapatkan jalan keluar. 

Namun, persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai.

"Sebenarnya yang kami masukkan itu 39," kata Rina kepada Arusbawah.co, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, TRC PPA memperoleh daftar SMP negeri yang masih memiliki daya tampung.

Daftar itu kemudian diberikan kepada para orang tua agar mendaftarkan kembali anaknya ke sekolah negeri yang kuotanya masih tersedia dan lokasinya paling memungkinkan dijangkau.

Hasilnya, sebanyak 15 calon siswa akhirnya diterima di SMP negeri.

"Nah, akhirnya semua orang tua yang melakukan pengaduan saya minta sama-sama daftar di sekolah mana yang terdekat berdasarkan kuota yang ada. Akhirnya pada mendaftar semua. Lima belas itu sudah diterima di sekolah negeri," ujarnya.

Selain itu, 15 calon siswa lainnya akhirnya memilih bersekolah di SMP swasta.

Menurut Rina, sebagian di antaranya berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu sehingga TRC PPA meminta pihak sekolah memberikan keringanan.

Beberapa sekolah, kata dia, bersedia membebaskan uang pembangunan, menggratiskan biaya SPP selama satu tahun hingga memberikan bantuan seragam sekolah.

"Yang memang benar-benar tidak mampu, kami minta pihak sekolah memfasilitasi. Tidak membayar uang bangunan, free SPP satu tahun, juga ada yang dapat seragam gratis," katanya.

Enam Calon Siswa Masih Menggantung

Di luar 30 siswa yang sudah memperoleh sekolah, masih ada enam calon siswa yang hingga kini belum memperoleh kepastian.

Berkas mereka memang telah diterima oleh sekolah tujuan.

Namun, proses penerimaannya belum dapat dilanjutkan karena masih menunggu surat edaran dari Disdikbud Kota Samarinda.

"Nah, enam lagi itu diterima berkasnya oleh pihak sekolah, tapi dengan catatan menunggu surat edaran dari Disdik Kota Samarinda. Jadi belum diterima muridnya, masih menggantung," ujar Rina.

Hingga Selasa (14/7/2026), surat edaran tersebut belum juga diterbitkan.

Rina mengaku belum memperoleh kepastian kapan keputusan itu akan keluar.

Tag

MORE