Arus Publik

ARUS DATA

Transfer ke Daerah Turun Berjamaah, Pagu Anggaran Kementerian/ Lembaga Naik Serentak! BGN Paling Besar

Selasa, 14 Oktober 2025 20:25

RUPIAH - Ilustrasi rupiah/ Pexels Foto oleh Ahsanjaya

ARUSBAWAH.CO - Total akumulasi Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dipastikan menyusut dari Rp 848 Triliun (2025) menjadi hanya Rp 693 Triliun di tahun depan. 

Kepastian menyusutnya TKD ini, keluar usai disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 menjadi Undang-Undang pada Rapat Paripurna di DPR RI, Selasa (23/09/2025). 

Menyusutnya TKD ini, otomatis berimbas pada berkurangnya dana pusat yang dikirim ke 38 provinsi, 98 kota dan 416 kabupaten se Indonesia. 

Diketahui, item pada TKD ada tiga, yakni: 

  • Dana Transfer Umum (DTU), terdiri dari DAU dan DBH (biasanya paling besar)
  • Dana Transfer Khusus (DTK), terdiri dari DAK Fisik dan DAK Non-Fisik
  • Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus dan Keistimewaan (DDIOK), terdiri dari Dana Desa, Insentif Fiskal, dan Otonomi Khusus.

Dirjen Perimbangan Keuangan RI, sudah merilis rincian lokasi anggaran Dana Transfer Umum (DTU) yang akan diterima provinsi, kota dan kabupaten se Indonesia itu. 

Dalam rincian alokasi tersebut, penurunan drastis terjadi pada beberapa daerah. 

Arusbawah.co himpun rincian penurunan ini, dan kemudian membandingkan jumlah DTU 2025 vs alokasi DTU 2026 untuk beberapa provinsi besar di Indonesia, termasuk Kaltim. 

DTU 2025 vs 2026 

DKI Jakarta 

DTU 2025: Rp23,721 triliun

DTU 2026: Rp 7, 8 Triliun 

Menyusut 67,13%.

DTU Jawa Barat 

DTU 2025: Rp6,425 Triliun

DTU 2026: Rp 4,4 Triliun 

Menyusut 31,52%

DTU Aceh 

DTU 2025: Rp 2,5 Triliun 

DTU 2026: Rp 1,9 Triliun 

Menyusut 24%

DTU Kaltim 

DTU 2025: Rp 8 Triliun 

DTU 2026: Rp 2,4 Triliun 

Menyusut 70 %

DTU Sulawesi Utara 

DTU 2025: Rp 1,66 Triliun 

DTU 2026: Rp 1,2 Triliun 

Menyusut 27,71%

DTU Bali

DTU 2025: Rp 1,66 Triliun 

DTU 2026: Rp 1,23 Triliun 

Menyusut 25,9%

Sumber Data: Portal TKDD Kemenkeu dan Rincian Alokasi DTU Dirjen Perimbangan Keuangan RI 

Dilihat pada dokumen rincian alokasi anggaran DTU yang dikeluarkan Dirjen Perimbangan Keuangan, persentase penyusutan berbeda-beda tiap daerah.

Tetapi, hampir seluruhnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

 

Anggaran Kementerian Naik 

Anggaran TKD menurun, kondisi berbeda terjadi pada alokasi anggaran pusat untuk kementerian/lembaga

Redaksi bandingkan antara alokasi anggaran beberapa kementerian/lembaga, dari 2025 ke 2026. 

Dari sample 9 pos anggaran kementerian, 8 pos di antaranya mengalami kenaikan, hanya 1 yang turun yakni Kementerian Pertahanan. 

Berikut rincian beberapa anggaran terbesar di kementerian lembaga. 

Badan Gizi Nasional 

Anggaran 2025: Rp 71 Triliun 

Anggaran 2026: Rp 268 Triliun 

Naik sekitar 277,46%

Kementerian Pertahanan 

Anggaran 2025: Rp 247 Triliun 

Anggaran 2025: Rp 187 Triliun 

Menyusut sekitar 24,33%

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) 

Anggaran 2025: Rp 126 Triliun 

Anggaran 2026: Rp 145 Triliun 

Naik sekitar 15,1%

Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) 

Anggaran 2025: Rp116,23 Triliun

Anggaran 2026: Rp118,5 Triliun

Naik sekitar 1,95%

Kementerian Kesehatan 

Anggaran 2025: 105,6 Triliun

Anggaran 2026: Rp 114 Triliun 

Naik sekitar 7,96%

Kementerian Agama 

Anggaran 2025: Rp69,32 Triliun

Anggaran 2026: Rp 88 Triliun 

Naik sekitar 26,94%

Kementerian Sosial 

Anggaran 2025: Rp 78,6 Triliun

Anggaran 2026: Rp 84,4 Triliun 

naik sekitar 7,4%

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, & Teknologi

Anggaran 2025: Rp 57 Triliun 

Anggaran 2026: Rp 61 Triliun 

Naik sekitar 7,0%

Kementerian Keuangan 

Anggaran 2025: Rp44,2 triliun

Anggaran 2026: Rp 52 Triliun 

Naik sekitar 17,7%

Data diolah tim riset Arusbawah.co dari beberapa sumber 

(pra)

 

Tag

MORE