ARUSBAWAH.CO - Total akumulasi Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dipastikan menyusut dari Rp 848 Triliun (2025) menjadi hanya Rp 693 Triliun di tahun depan.
Kepastian menyusutnya TKD ini, keluar usai disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 menjadi Undang-Undang pada Rapat Paripurna di DPR RI, Selasa (23/09/2025).
Menyusutnya TKD ini, otomatis berimbas pada berkurangnya dana pusat yang dikirim ke 38 provinsi, 98 kota dan 416 kabupaten se Indonesia.
Diketahui, item pada TKD ada tiga, yakni:
- Dana Transfer Umum (DTU), terdiri dari DAU dan DBH (biasanya paling besar)
- Dana Transfer Khusus (DTK), terdiri dari DAK Fisik dan DAK Non-Fisik
- Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus dan Keistimewaan (DDIOK), terdiri dari Dana Desa, Insentif Fiskal, dan Otonomi Khusus.
Dirjen Perimbangan Keuangan RI, sudah merilis rincian lokasi anggaran Dana Transfer Umum (DTU) yang akan diterima provinsi, kota dan kabupaten se Indonesia itu.
Dalam rincian alokasi tersebut, penurunan drastis terjadi pada beberapa daerah.
Arusbawah.co himpun rincian penurunan ini, dan kemudian membandingkan jumlah DTU 2025 vs alokasi DTU 2026 untuk beberapa provinsi besar di Indonesia, termasuk Kaltim.
DTU 2025 vs 2026
DKI Jakarta
DTU 2025: Rp23,721 triliun
DTU 2026: Rp 7, 8 Triliun
Menyusut 67,13%.
DTU Jawa Barat
DTU 2025: Rp6,425 Triliun
DTU 2026: Rp 4,4 Triliun
Menyusut 31,52%
DTU Aceh
DTU 2025: Rp 2,5 Triliun
DTU 2026: Rp 1,9 Triliun
Menyusut 24%
DTU Kaltim
DTU 2025: Rp 8 Triliun
DTU 2026: Rp 2,4 Triliun
Menyusut 70 %
DTU Sulawesi Utara
DTU 2025: Rp 1,66 Triliun
DTU 2026: Rp 1,2 Triliun
Menyusut 27,71%
DTU Bali
DTU 2025: Rp 1,66 Triliun
DTU 2026: Rp 1,23 Triliun
Menyusut 25,9%
Sumber Data: Portal TKDD Kemenkeu dan Rincian Alokasi DTU Dirjen Perimbangan Keuangan RI
Dilihat pada dokumen rincian alokasi anggaran DTU yang dikeluarkan Dirjen Perimbangan Keuangan, persentase penyusutan berbeda-beda tiap daerah.
Tetapi, hampir seluruhnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Anggaran Kementerian Naik
Anggaran TKD menurun, kondisi berbeda terjadi pada alokasi anggaran pusat untuk kementerian/lembaga.
Redaksi bandingkan antara alokasi anggaran beberapa kementerian/lembaga, dari 2025 ke 2026.
Dari sample 9 pos anggaran kementerian, 8 pos di antaranya mengalami kenaikan, hanya 1 yang turun yakni Kementerian Pertahanan.
Berikut rincian beberapa anggaran terbesar di kementerian lembaga.
Badan Gizi Nasional
Anggaran 2025: Rp 71 Triliun
Anggaran 2026: Rp 268 Triliun
Naik sekitar 277,46%
Kementerian Pertahanan
Anggaran 2025: Rp 247 Triliun
Anggaran 2025: Rp 187 Triliun
Menyusut sekitar 24,33%
Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
Anggaran 2025: Rp 126 Triliun
Anggaran 2026: Rp 145 Triliun
Naik sekitar 15,1%
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR)
Anggaran 2025: Rp116,23 Triliun
Anggaran 2026: Rp118,5 Triliun
Naik sekitar 1,95%
Kementerian Kesehatan
Anggaran 2025: 105,6 Triliun
Anggaran 2026: Rp 114 Triliun
Naik sekitar 7,96%
Kementerian Agama
Anggaran 2025: Rp69,32 Triliun
Anggaran 2026: Rp 88 Triliun
Naik sekitar 26,94%
Kementerian Sosial
Anggaran 2025: Rp 78,6 Triliun
Anggaran 2026: Rp 84,4 Triliun
naik sekitar 7,4%
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, & Teknologi
Anggaran 2025: Rp 57 Triliun
Anggaran 2026: Rp 61 Triliun
Naik sekitar 7,0%
Kementerian Keuangan
Anggaran 2025: Rp44,2 triliun
Anggaran 2026: Rp 52 Triliun
Naik sekitar 17,7%
Data diolah tim riset Arusbawah.co dari beberapa sumber
(pra)




