ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Indonesia menargetkan capai swasembada beras lebih cepat dari rencana awal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa target swasembada kini dipangkas dari empat tahun menjadi hanya tiga bulan ke depan.
Menurut Amran, perubahan target ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan produksi pangan nasional.
“Insyaallah, dua sampai tiga bulan ke depan Indonesia tidak impor lagi beras, asal tidak ada cuaca ekstrem,” kata Amran dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, 9 Oktober 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, hingga November 2025, produksi beras nasional mencapai 34 juta ton, meningkat dari 30 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi Padi Kalimantan 2025: Kalsel Tertinggi, Kaltim Sukses Lampaui Target
Lima provinsi di Pulau Kalimantan turut mencatatkan kinerja positif dalam produksi padi tahun 2025.
Berdasarkan data BPS, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi penyumbang terbesar, sementara Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil melampaui target produksi tahun lalu.
Hingga November 2025, total produksi padi di lima provinsi Kalimantan mencapai jutaan ton, dengan Kalsel memimpin 1,14 juta ton.

Kalsel Dominasi Produksi Padi 2025
Produksi padi Kalsel sepanjang Januari–November 2025 mencapai 1.143.936 ton, naik 11% dibanding 2024 (1.029.567 ton).
Puncak produksi terjadi pada Agustus (197.491 ton) dan September (221.793 ton).
Kenaikan ini didorong oleh perluasan lahan sawah irigasi dan program intensifikasi pertanian daerah.




