Arus Publik

Tongkang Selalu Nabrak Jembatan di Luar Jam Pandu, DPRD Kaltim Curiga Bukan Kecelakaan tapi Pelanggaran yang Disengaja

Rabu, 7 Januari 2026 22:15

Wawancara Anggota Komisi II DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin atau akrab dipanggil Ayub/Arusbawah.co

Meski rambu sudah terpasang, tetap ada polisi berjaga di persimpangan.

Di sungai, pola pengamanan seperti itu tak terlihat sama sekali.

“Menempatkan posko kah di setiap jembatan, kemudian kerja sama untuk menggunakan media komunikasi agar jangan lewat atau patroli, enggak ada juga dilakukan,” ujarnya.

Padahal, kata Ayub, masyarakat saja menjaga keamanan dengan siskamling.

“Masa KSOP dan Pelindo enggak ada,” celetuknya.

 

Dugaan Permainan di Balik Tambatan dan Bui Ilegal

Masalah lain yang disorot adalah keberadaan tempat tambat dan bui ilegal.

Ayub menduga ada pembiaran yang sistematis.

“Kalau tempat tambat itu saya menduga itu ada juga ada permainan. Kok bisanya dibiarkan gitu loh. Saya menduga adanya permainan,” katanya.

Ia bahkan menyebut dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu, termasuk dari unsur pemerintah, terhadap tambatan ilegal tersebut.

Keluhan para kapten kapal soal bui ilegal di bawah Jembatan Mahulu juga dianggap serius.

Menurut Ayub, status ilegal seharusnya cukup bagi KSOP untuk bertindak tegas.

“Sesuatu yang ilegal harusnya KSOP sebagai pengamanan, keamanan alur lalu lintas itu harus bertindak gitu,” ujarnya.

Ia meminta polisi air ikut menekan agar pengawasan tidak longgar.

“Kalau enggak ya begini-begini terus,” jelasnya.

Tag

MORE