ARUSBAWAH.CO - Fraksi PKB di DPRD Kaltim tolak keras hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPID Kaltim 2025 - 2028.
Tiga nama incumbent (petahana) dari Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Kaltim periode 2022 - 2025 menjadi cadangan dalam hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPID Kaltim periode baru 2025 - 2028.
Hal ini berdasarkan pengumuman bernomor 03/UKK-KPID-Kaltim/XI/2025 Tentang Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota KPID Provinsi Kalimantan Timur Periode 2025–2028 yang dilihat redaksi Arusbawah.co di IG DPRD Kaltim pada Jumat (21/11/2025).
Di pengumuman itu, tertera tanda tangan tim pelaksana uji kelayakan yang diketuai oleh Agus Suwandy.
Adapun tiga nama incumbent yang saat ini tak lagi terpilih dan menjadi cadangan adalah Adji Novita Wida Vantina, Dedy Pratama dan Sabir Ibrahim.
Nama mereka tak lagi masuk sebagai 7 besar calon KPID Kaltim periode 2025 - 2028.
Berikut adalah nama-nama yang dinyatakan lulus sebagai Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur Periode 2025–2028:
- Agustan
- Natalia Suzanty
- Silsa Sulianti
- Awang Mohammad Jumri Syafi'i
- Jerin
- Daniel Abadi Sihotang
- Kasno
Berikut nama-nama yang dinyatakan sebagai cadangan Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur Periode 2025–2028:
- Mohammad Syarifuddin
- Muhammad Khaidir
- Sabir Ibrahim
- Sabiruddin
- Erni Wahyuni
- Adji Novita Wida Vantina
- Dedy Pratama
- Data BPS Kaltim 2025 Ungkap Peta Perguruan Tinggi, Mahasiswa Terpusat di Samarinda dan Balikpapan!
- BKC, BKT, dan Gratispol, Rincian Anggaran Beasiswa Kaltim dari Alm Awang Faroek hingga Rudy Mas’ud
- Akademisi, Pihak Kampus, Pejabat, dan Jurnalis Duduk Semeja: HUT ke-4 Arusbawah.co Coba Hadirkan Percakapan Baru
PKB Kritik Keras
Terkait hasul uji kepatutan ini, ternyata dari pihak fraksi di DPRD Kaltim tak 100 persen mengamini, bahkan menolak keras.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Yenni Eviliana menyatakan bahwa dirinya menilai ada yang salah pada hasil terkait uji kepatutan calon KPID Kaltim 2025-2028 ini.
"Saya sebagai pimpinan di DPRD Provinsi Kaltim, merasa ada yang salah dengan hasil (uji kepatutan) KPID hari ini," ucapnya dikonfirmasi Arusbawahc.o via telepon WhatsApp, pada Jumat (20/11/2025).
Yenni yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kaltim sampaikan, bahwa Ketua Komisi I dan unsur pimpinan tak mendapatkan koordinasi hingga sampai hasil uji kepatutan ini keluar dari tim pelaksana.
"Ketua Komisi I sakit, hasil ini tidak berkoordinasi, baik dengan Ketua Komisi I dan pimpinan DPRD Kaltim," katanya.
"Kami dari Fraksi PKB, menolak keras akan hasil keputusan terkait calon anggota KPID hari ini, melanggar dan tidak sesuai," lanjutnya.
Dikonfirmasi soal apakah ketidaksesuaian itu berkaitan dengan hasil uji kompetensi dan tes psikotes yang rendah, Yenni belum memberikan jawaban.
Ia hanya sampaikan bahwa seyogyanya, hasil uji kepatutan bermuara dari proses yang baik.
"Paling tidak ada koordinasi dan sikap yang baik, sehingga hasilnya akan baik juga. Hasilnya adalah berdasarkan proses yang baik, bukan kesepakatan antar perorangan," kata Yenni.
Hingga berita ini terbit, redaksi Arusbawah.co masih coba lakukan konfirmasi kepada Ketua Tim Pelaksana Agus Suwandy terkait dengan hasil uji kepatutan dan kelayakan calon KPID Kaltim 2025-2028 tersebut. (pra)




