Arus Daerah

Tiga Daerah di Kaltim Lahan Panen Padinya Menyusut, Bontang Hampir Nol

Kamis, 19 Juni 2025 14:40

LUAS PANEN PADI - Data BPS Kaltim soal luas panen padi di Kaltim pada 2024/ BPS Kaltim

ARUSBAWAH.CO -  Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat adanya tren penurunan luas panen padi di sejumlah daerah sepanjang tahun 2024.

Dari total 10 kabupaten/kota yang menjadi wilayah pengamatan, terdapat tiga daerah yang mengalami penyusutan lahan panen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kutai Kartanegara Turun Paling Luas Secara Absolut

Sebagai kabupaten dengan kontribusi terbesar terhadap produksi padi Kaltim, Kutai Kartanegara juga mencatat penurunan luas panen tertinggi secara absolut.

Dari 26.547 hektare pada 2023, luas panen di Kukar menurun menjadi 26.031 hektare pada 2024. Ini berarti berkurang sekitar 516 hektare atau turun 1,94%.

Penurunan ini beriringan dengan turunnya volume produksi padi di kabupaten tersebut dari 115,10 ribu ton GKG menjadi 106,55 ribu ton GKG.

Kabupaten Berau Ikut Alami Penyusutan

Wilayah lain yang juga mengalami penurunan adalah Kabupaten Berau.

Tahun 2023, luas panen padi Berau mencapai 6.027 hektare, namun pada 2024 angkanya turun menjadi 5.674 hektare. Itu berarti ada pengurangan lahan sekitar 353 hektare, atau setara 5,86%.

Kota Bontang Nyaris Tanpa Panen

Penurunan paling ekstrem terjadi di Kota Bontang, yang nyaris tidak lagi memiliki aktivitas panen padi pada 2024.

Dari 41,47 hektare pada 2023, luas panen padi Bontang anjlok menjadi hanya 0,11 hektare saja. Artinya, Bontang kehilangan hampir seluruh area panen padinya, menyusut 99,7 persen dalam setahun.

Hal ini juga sejalan dengan data produksi, di mana kota tersebut praktis tidak lagi menyumbang hasil panen padi pada tahun ini.

 

Daerah Lain Justru Alami Peningkatan

Sebaliknya, tujuh wilayah lain di Kalimantan Timur justru mengalami kenaikan luas panen. Di antaranya:

  • Paser: naik 72,26% (dari 6.589 hektare ke 11.342 hektare)
  • Samarinda: naik 88,88% (dari 1.158 hektare ke 2.186 hektare)
  • Penajam Paser Utara: naik 25,57% (dari 10.537 hektare ke 13.235 hektare)

Kesimpulan

Meski secara total luas panen di Kalimantan Timur meningkat, namun terdapat sinyal perlambatan di beberapa wilayah yang sebelumnya produktif.

Penurunan drastis di Bontang dan penyusutan di Kutai Kartanegara serta Berau menjadi perhatian tersendiri, terutama dalam upaya menjaga stabilitas produksi pangan lokal. (pra)

Ads Arusbawah.co

 

Tag

MORE