ARUSBAWAH.CO - Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI batal terlaksana tahun ini di Kabupaten Berau.
Padahal, Berau termasuk dalam lima daerah di Kaltim yang sempat mengajukan usulan program tersebut ke pemerintah pusat.
Namun, dari hasil verifikasi tahap kedua oleh Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Kabupaten Berau tidak lolos.
Kelima daerah itu adalah Samarinda, Berau, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), dan satu lokasi milik Pemprov Kaltim yang juga berada di Kukar.
Dari kelima itu, hanya Kota Samarinda yang dinyatakan memenuhi seluruh syarat dan dipastikan melaksanakan Sekolah Rakyat pada awal Juli 2025 mendatang.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim dari Dapil Berau, Syarifatul Syadiah, menyayangkan ketidaksiapan Pemerintah Kabupaten Berau.
Ia menilai pemerintah Berau perlu banyak belajar dari Kota Samarinda yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan verifikasi.
"Ini kan bagian dari evaluasi. Kenapa Samarinda bisa, sedangkan Berau belum? Pasti ada hal yang harus dipelajari. Kalau Samarinda bisa, berarti Berau juga bisa. Jadi saya sarankan, Pemkab Berau jemput bola, koordinasi dengan Samarinda, pelajari apa yang kurang," kata Syarifatul.
Tag



