Saat ditanya secara spesifik apakah PT Hasamin Bahar Lines (HBL) merupakan miliknya, Hamas kembali mengelak dan meminta wartawan mengecek langsung ke pihak Bankaltimtara.
“Saya enggak ada di situ. Cek saja ke BPD. Kalau saya klarifikasi nanti salah lagi,” katanya.
Isu Pailit dan Pembayaran Kredit
Selain isu kepemilikan, beredar pula kabar bahwa PT Hasamin Bahar Lines (HBL) akan melakukan proses kepailitan dan penjualan aset atau pemutihan aset.
Hamas membantah informasi itu dan menyebutnya sebagai isu yang tidak berdasar.
“Enggak ada itu. Tanyakan ke BPD. Betul enggak mau dipailitkan? Itu bukan punya saya,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang ia ketahui, perusahaan PT Hasamin Bahar Lines (HBL), kata dia, justru masih menjalankan kewajiban pembayaran kredit secara rutin.
“Setahu saya masih berjalan. Pembayaran tiap bulan masih ada,” katanya.
Hamas menilai, jika benar terjadi masalah serius seperti kredit macet atau kepailitan, dirinya pasti sudah dipanggil oleh pihak terkait.
Namun hingga kini, hal tersebut tidak pernah terjadi.
“Kalau ada masalah, pasti kami sudah dipanggil. Tapi sampai sekarang enggak ada,” ujarnya.
Profil Perusahaan dan Jejak Lama Kasus
Sebagai informasi di himpun Arusbawah.co, PT Hasamin Bahar Lines (HBL) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan laut kapal tugbot dan tongkang yang berdiri sejak 2011.
Diketahui, perusahaan itu tergabung dalam satu grup usaha bersama beberapa entitas lain, seperti PT Samudera Karya Energi, PT Barokah Bersama Perkasa, PT Sinar Pasifik, dan PT Nurfaidah Jaya Angkasa.
Dalam struktur perusahaan tercatat, posisi komisaris disebut-sebut dipimpin oleh Nurfaidah yang diketahui merupakan istri dari Hamas.
Tag



