ARUSBAWAH.CO - Dari kejauhan, Terowongan Samarinda yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap tampak siap digunakan.
Bangunan yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan di kawasan Sungai Dama itu telah berdiri megah, sementara pekerjaan konstruksi utamanya dinyatakan selesai.
Namun hingga kini, masyarakat masih belum bisa melintas di dalamnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Samarinda.
Bagi sebagian warga, terowongan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp500 miliar itu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan harapan baru untuk memangkas waktu perjalanan dan mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan di kawasan tersebut.
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan hambatan yang tersisa saat ini bukan lagi persoalan konstruksi, melainkan urusan administrasi.
Menurutnya, berkas kelayakan operasional terowongan masih dalam proses di Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR.
Tag



