ARUSBAWAH.CO - Duta Besar Austria untuk Indonesia Michael Wislocki mengutarakan kalau negaranya memiliki minat yang besar untuk berinvestasi di Kalimantan Timur (Kaltim).
Minat investasi Austria itu bukan tanpa alasan.
Perkembangan kawasan, terutama setelah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), membuat provinsi ini dianggap sebagai salah satu titik strategis ekonomi baru di Indonesia.
Hal itu disampaikan Wislocki saat bertemu Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji di Kantor Gubernur jalan Gajah Mada, pada Kamis, (5/3/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membicarakan peluang kerja sama investasi di sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pengembangan hilirisasi industri.
“Kami sebenarnya tertarik melakukan investasi Kalimantan Timur,” kata Wislocki saat diwawancarai redaksi Arusbawah.co.
Kata dia, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini berjalan perlahan membentuk pusat ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Kondisi itu membuat pemerintah dan pelaku usaha Austria mulai menaruh perhatian terhadap potensi investasi di Benua Etam.
“Kami mengikuti perkembangannya dengan sangat penuh perhatian, khususnya pembangunan IKN dan pusat ekonomi regional yang sedang dibentuk. Ini adalah salah satu kawasan paling strategis di Indonesia,” ujarnya.
Wislocki mengatakan Austria memiliki sejumlah perusahaan yang cukup kuat di sektor energi terbarukan, kesehatan, dan pendidikan.
Perusahaan-perusahaan itu, kata dia, selama ini juga telah beroperasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Kami memiliki perusahaan-perusahaan Austria yang telah lama terlibat di Indonesia dan sangat berhasil di bidang energi terbarukan, kesehatan, dan pendidikan. Kunjungan ini menjadi awal dari sebuah diskusi mengenai kemungkinan keterlibatan lebih lanjut di kawasan ini,” katanya.
Sejumlah Perusahaan Austria Sudah Aktif di Indonesia
Penelusuran redaksi Arusbawah.co menunjukkan sejumlah perusahaan Austria memang sudah aktif di berbagai proyek global, termasuk di Indonesia.
Di sektor kesehatan misalnya, ada perusahaan milik Austria bernama AME International GmbH, yang beroperasi di Indonesia.
Perusahaan AME International GmbH dikenal sebagai penyedia solusi teknologi dan infrastruktur rumah sakit sejak 1995.
Dalam catatan perusahaan, AME telah menangani lebih dari 100 proyek di berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa, Asia, Afrika, Amerika Tengah hingga Timur Tengah.
Proyek-proyek tersebut mendukung operasional lebih dari 200 rumah sakit dengan kapasitas sekitar 56 ribu tempat tidur.
Secara global, proyek yang mereka kerjakan disebut telah meningkatkan akses layanan kesehatan bagi lebih dari 165 juta orang.
AME dikenal memiliki spesialisasi pada layanan rumah sakit tersier dan sekunder, khususnya pada bidang onkologi, radioterapi, kesehatan ibu dan anak, hingga kardiologi.
Perusahaan Austria di Indonesia dan Berbagai Sektor Industri
Selain itu, ada pula perusahaan kesehatan Austria yang sudah memiliki entitas resmi di Indonesia, yakni PT Vamed Health Projects Indonesia.
Perusahaan itu bergerak dalam perencanaan, pembangunan hingga pengelolaan fasilitas rumah sakit serta penyediaan peralatan medis modern.
Perusahaan itu terdaftar secara hukum di Indonesia dan berkantor di Jakarta Selatan.
Di luar sektor kesehatan, perusahaan Austria juga bergerak di sektor industri.
Salah satunya Rosendahl Nextrom GmbH yang dikenal sebagai pemasok sistem produksi untuk industri baterai, kabel dan kawat, serta serat optik.
Perusahaan lain, voestalpine Railway Systems GmbH, merupakan pemain global dalam solusi infrastruktur kereta api.
Perusahaan itu memproduksi berbagai sistem rel, wesel, persinyalan hingga teknologi pemantauan jaringan rel kereta.
Sementara di sektor pendidikan digital, Austria memiliki perusahaan eee Austria International Projects GmbH yang berbasis di Graz.
Perusahaan itu bergerak di bidang teknologi pendidikan seperti sistem manajemen pembelajaran, e-learning, hingga sistem administrasi sekolah digital.
Perusahaan tersebut juga dikenal sebagai pengembang sistem pendidikan vokasi berbasis model pendidikan ganda Austria yang telah diterapkan di lebih dari 20 negara.
Pemprov Kaltim Tawarkan Hilirisasi Sawit, Kakao hingga Pengembangan Smart City
Wislocki mengatakan kunjungan ke Kaltim masih bersifat penjajakan awal.
Menurut dia, diskusi yang terjadi saat ini menjadi pintu awal bagi kemungkinan kerja sama yang lebih konkret di masa depan.
“Kunjungan ini menjadi awal dari sebuah diskusi mengenai kemungkinan keterlibatan lebih lanjut di kawasan ini, seiring dengan transformasi wilayah menuju berbagai bidang baru,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut pemerintah provinsi memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memperkenalkan berbagai potensi investasi yang dimiliki daerah.
“Kedutaan Austria datang ke sini setelah kunjungan ke IKN. Mereka mencari peluang dan sangat tertarik dengan Kalimantan Timur, terutama di bidang kesehatan, edukasi, dan hilirisasi industri,” kata Seno.
Menurut dia, pemprov telah memaparkan sejumlah peluang investasi yang bisa dipelajari lebih lanjut oleh pemerintah Austria.
Di antaranya hilirisasi kelapa sawit, kakao, hingga karet yang selama ini masih didominasi sektor hulu.
Selain itu, Austria juga menunjukkan ketertarikan pada pengembangan smart city, sistem transportasi, serta penguatan industri berbasis teknologi.
Namun Seno menegaskan pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal.
Realisasi kerja sama baru bisa dilakukan setelah ada kesepakatan formal antara pemerintah Indonesia dan Austria di tingkat pusat.
“Tentu saja setelah ada payung hukum atau agreement antara pemerintah Austria dan Indonesia di pusat, nanti mereka akan kembali ke Kalimantan Timur untuk menindaklanjuti hasil diskusi ini dengan MoU dan kerja sama lainnya,” ujarnya.
Untuk sementara, pihak Austria disebut akan kembali membahas peluang investasi tersebut di negaranya sebelum memberikan umpan balik kepada Pemprov Kaltim.
(wan)




