ARUSBAWAH.CO - Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di Kota Balikpapan tahun ini terasa lebih bermakna.
Tak hanya diisi dengan upacara dan tabur bunga, Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan juga menyalurkan bantuan sosial untuk berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari veteran, janda veteran, penyandang disabilitas berat, lansia terlantar, hingga perempuan rawan sosial ekonomi.
Bantuan Sosial Serentak di Momentum Hari Pahlawan
Kepala Dinsos Balikpapan Edy Gunawan menjelaskan, peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan serentak di beberapa titik, meliputi upacara bendera, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP), dan tabur bunga di laut.
“Selain mengenang jasa para pahlawan, kami juga ingin menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian nyata,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Total ada lima kategori penerima manfaat dalam program ini. Sebanyak 50 veteran menerima bantuan uang tunai Rp3 juta per orang atau total Rp150 juta, sedangkan 103 janda veteran memperoleh Rp2,5 juta per orang dengan total Rp257,5 juta.
Bantuan tersebut disalurkan melalui LVRI dan PIPERI, dengan sumber dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Bank BPD Kaltimtara.
Perhatian untuk Disabilitas dan Lansia Terlantar
Tak hanya veteran, Dinsos juga menyalurkan bantuan untuk 265 penyandang disabilitas berat sebesar Rp1,5 juta per orang, serta 47 lansia terlantar yang menerima Rp1 juta per orang.
Bantuan ini diharapkan bisa membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban hidup di tengah situasi ekonomi yang tidak selalu mudah.
Selain bantuan tunai, Pemkot juga menyalurkan Bantuan Fasilitasi Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 30 perempuan rawan sosial ekonomi.
Bantuan diberikan dalam bentuk paket peralatan usaha seperti kompor gas, oven, panci, dan perlengkapan dapur lainnya, guna mendorong kemandirian ekonomi.
Bentuk Kepedulian Sosial, Bukan Seremoni
Edy menegaskan, penyaluran bantuan ini bukan sekadar seremoni tahunan.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar bermanfaat dan memperkuat semangat gotong royong di masyarakat. Momentum Hari Pahlawan harus jadi refleksi nilai perjuangan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap nilai-nilai perjuangan pahlawan terus hidup dalam bentuk solidaritas dan empati terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. (adv)




