ARUSBAWAH.CO - Tahun pertama pemerintahan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji langsung diwarnai percepatan program prioritas.
Meski tidak ikut menyusun APBD 2025 karena baru dilantik pada 20 Februari 2025, duet Rudy–Seno langsung melakukan pergeseran anggaran secara cermat demi memastikan dua program unggulan—Gratispol dan Jospol—bisa berjalan.
Gratispol 2025: Rp206,6 Miliar untuk 32.853 Mahasiswa
Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp206,6 miliar tahun ini untuk membiayai 32.853 mahasiswa penerima Program Gratis Pendidikan Politeknik dan Perguruan Tinggi (Gratispol).
Program ini menjadi salah satu prioritas utama Rudy–Seno untuk membuka akses pendidikan tinggi tanpa beban biaya kuliah.
Namun bukan hanya tahun ini. Pemprov Kaltim sudah menyiapkan roadmap pendanaan jauh lebih besar pada 2026.
Gratispol 2026 Siap Naik Drastis: Rp1,4 – Rp2 Triliun
Pemerintah provinsi mulai menghitung kebutuhan anggaran jangka panjang. Untuk tahun depan, pendanaan Gratispol Pendidikan diproyeksikan melonjak menjadi:
- Rp1,4 triliun hingga Rp2 triliun
- Untuk 140 ribu mahasiswa
Jumlah tersebut hampir tujuh kali lipat dari pagu 2025, sejalan dengan skala perluasan program.
Jospol untuk Guru Non-ASN Tetap Berlanjut
Selain Gratispol, program Jospol (Jaminan Operasional Guru Pola Langsung) juga menjadi prioritas. Insentif bagi guru non-ASN PAUD, TK, SD, hingga SMP tetap dilanjutkan.
Beberapa poin penting:
- Rp500 ribu insentif per bulan per guru
- Pagu Rp76,6 miliar telah disiapkan tahun ini
- 23.007 guru non-ASN sudah menerima insentif hingga November 2025
- Jumlah penerima masih akan bertambah hingga akhir tahun
Kebijakan ini dipastikan terus berlanjut di masa Rudy–Seno dan akan dipertebal di APBD 2026.
Dana Pendidikan Dipandang Sebagai Investasi, Bukan Belanja
Gubernur dan wakil gubernur sama-sama menegaskan bahwa anggaran besar untuk pendidikan bukanlah beban keuangan, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan Kalimantan Timur.
“Kami sudah komit untuk menyisihkan anggaran besar pada APBD 2026. Pendidikan ini investasi, bukan sekadar belanja,” tegas keduanya dalam beberapa agenda resmi.
Wakil Gubernur Seno Aji, yang bersama Rudy menggagas Gratispol dari awal, menegaskan keberlanjutan program ini akan menjadi arah kebijakan wajib pemerintahan mereka.
Dengan fokus pada akses pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru, pemerintahan Rudy–Seno berupaya menyiapkan fondasi sumber daya manusia Kaltim menghadapi era IKN. (adv)




