Sudarno sempat meminta warga tidak melaknat Gubernur Rudy Mas'ud karena sang Gubernur adalah keturunan (cucu) Nabi dari garis ibunya, serta rajin salat berjamaah di masjid tepat waktu.
Bagi Lukman, urusan keluarga (nasab) dan masalah ibadah seseorang adalah urusan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan tuntutan rakyat yang sedang kesusahan.
"Apa hubungannya garis keturunan dengan tuntutan demo? Dari awal sampai akhir, tidak ada warga yang membahas dia keturunan siapa. Dia itu pejabat publik. Kalau dia membuat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat dan kesalahannya jelas, apakah rakyat harus diam saja?" tanya Lukman.
Ia juga mengkritik sikap pihak Gubernur yang membawa-bawa masalah salat ke ranah publik untuk membela diri.
"Apakah kalau sering pamer salat di depan umum itu langsung jadi tanda orang itu baik? Kalau bicara soal rajin ibadah, Setan itu dulu ibadahnya, salat nya, dan puasanya lebih hebat dari manusia. Tapi karena sombong, congkak, dan tidak mau patuh, akhirnya dilaknat juga. Jadi jangan bawa-bawa urusan begitu," tegasnya.
Aliansi Serahkan Penilaian kepada Masyarakat Kaltim
Menutup penjelasannya, Lukman mengatakan tidak ingin memperpanjang urusan pribadi dengan Sudarno maupun petugas protokol.
Ia memilih menyerahkan semua kejadian ini agar dinilai sendiri oleh masyarakat.
Bagi aliansi, poin penting yang mereka perjuangkan adalah agar kebijakan pemerintah benar-benar menolong rakyat kecil, bukan sekadar menjaga nama baik pejabat.
"Secara organisasi, kami tidak masalah dengan video yang disebar. Publik sudah bisa melihat dan menilai sendiri mana yang benar. Ucapan marah saya kemarin itu murni karena kecewa melihat cara pemerintah menerima rakyat yang tidak ramah, mulai dari protokolnya sampai sikap Gubernur sendiri. Selebihnya, biar masyarakat Kaltim yang menilai dengan bijak," tutup Lukman. (son)
- Demo 21 Mei di Kantor Gubernur Kaltim, Massa Tuntut Rudy Mas’ud Mundur dan Golkar Dukung Hak Angket
- "Taman Budaya Tidak Mewakili Budaya", Seniman Protes Gedung Hanya Jadi Tempat Nikahan, Ini Jawaban Sekda Kaltim
- Setelah Antar Surat Peringatan ke Tujuh Fraksi, Aliansi Rakyat Kaltim: Jangan Berpikir Untuk Menyudahi Apa Yang Dijanjikan Kemarin




