Sementara itu, perusahaan tetap memperoleh keuntungan dari komisi transaksi dan peningkatan valuasi platform digital.
CELIOS mencatat pengemudi ojol hanya menerima sekitar Rp55.600 atau 80 persen dari biaya perjalanan, sementara sekitar 20 persen lainnya diambil platform sebagai komisi.
Menurut laporan tersebut, kondisi itu memperlihatkan pembagian nilai transaksi yang dinilai timpang.
Pengemudi Ojol Disebut Bekerja Melebihi Jam Normal
Laporan CELIOS juga menyoroti tingginya jam kerja pengemudi ojol di lapangan.
Disebutkan banyak pengemudi bekerja hingga 10 sampai 11 jam per hari dengan jarak tempuh mencapai 42 kilometer setiap hari.
Bahkan, sebagian pengemudi disebut harus menggunakan lebih dari satu aplikasi untuk menjaga kestabilan pendapatan karena penghasilan dari satu platform dianggap tidak cukup.
Meski bekerja dalam waktu panjang, pendapatan pengemudi disebut masih berada di bawah standar upah minimum di sejumlah daerah.
Di Bekasi misalnya, penghasilan pengemudi ojol disebut hanya sekitar Rp3,9 juta per bulan atau sekitar 79 persen dari UMR Bekasi yang berada di angka Rp5 juta.
Tag



