Arus Publik

CELIOS

Studi CELIOS: Dalam 6 Tahun, Kekayaan 50 Orang Terkaya Indonesia Naik Dua Kali Lipat Jadi Rp4.651 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 16:7

ILUSTRASI - Ilustrasi rupiah dan emas. Dalam studi tersebut, total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia disebut meningkat hampir dua kali lipat hanya dalam periode enam tahun, dari Rp2.508 triliun pada 2019 menjadi Rp4.651 triliun pada 2025–2026/ Pexels

ARUSBAWAH.CO -  Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti lonjakan kekayaan kelompok elite bisnis di Indonesia dalam laporan bertajuk Republik Oligarki yang telah dipublish April 2026. 

Dalam studi tersebut, total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia disebut meningkat hampir dua kali lipat hanya dalam periode enam tahun, dari Rp2.508 triliun pada 2019 menjadi Rp4.651 triliun pada 2025–2026.

Temuan itu ditampilkan dalam grafik “Total Kekayaan 50 Triliuner di Indonesia” yang diolah dari data Forbes oleh peneliti CELIOS.

Kekayaan Elite Bisnis Melonjak

Berdasarkan data dalam laporan, kenaikan kekayaan para konglomerat terjadi secara konsisten setiap tahun.

Pada 2019 total kekayaan 50 orang terkaya tercatat Rp2.508 triliun, lalu naik menjadi:

  • Rp2.479 triliun pada 2020
  • Rp2.746 triliun pada 2021
  • Rp3.016 triliun pada 2022
  • Rp3.501 triliun pada 2023
  • Rp4.521 triliun pada 2024
  • Rp4.651 triliun pada 2025–2026

CELIOS menilai peningkatan supercepat tersebut menunjukkan adanya konsentrasi kekayaan pada kelompok elite tertentu di tengah pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hal ini memunculkan pertanyaan sederhana soal bagaimana mekanisme redistribusi ekonomi Indonesia dan siapa yang paling diuntungkan dari pertumbuhan ekonomi,” tulis laporan tersebut.

STUDI - Cover laporan studi CELIOS 'Republik Oligarki'/ Hak cipta oleh CELIOS

 

Sektor Ekstraktif Jadi Penyumbang Utama

Laporan itu juga mengungkap sebagian besar kekayaan para taipan berasal dari sektor ekstraktif, seperti batu bara, sawit, hingga nikel.

Pada periode 2019–2022, kontribusi sektor energi dan ekstraktif terhadap total kekayaan 50 orang terkaya berada di kisaran 39–46 persen.

Namun, proporsinya terus meningkat hingga mencapai 57,8 persen pada 2026.

Artinya, lebih dari separuh kekayaan kelompok superkaya Indonesia berasal dari eksploitasi sumber daya alam.

CELIOS menyebut kondisi tersebut memperlihatkan semakin dominannya oligarki berbasis sumber daya alam dalam struktur ekonomi nasional.

Soroti Ketimpangan Ekonomi

Peneliti CELIOS menilai lonjakan kekayaan elite bisnis perlu dibaca bersamaan dengan kondisi ketimpangan ekonomi masyarakat.

Menurut mereka, akumulasi kekayaan yang terkonsentrasi pada segelintir orang dapat memperbesar jurang sosial apabila tidak diimbangi kebijakan redistribusi ekonomi yang kuat.

Laporan Republik Oligarki itu pun menjadi sorotan karena muncul di tengah isu ketimpangan pendapatan, daya beli masyarakat, hingga dominasi korporasi besar dalam sektor strategis nasional. (pra) 

"Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 55 juta orang Indonesia," demikian kutipan pada studi tersebut. (pra)

Source: Republik oligarki: Ketimpangan ekonomi Indonesia 2026. CELIOS

 

Tag

MORE