ARUSBAWAH.CO - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti semakin beratnya tekanan ekonomi yang dihadapi generasi muda Indonesia di tengah ketimpangan kekayaan yang terus melebar.
Dalam laporan Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026: Republik Oligarki, CELIOS menilai anak muda kini semakin sulit memiliki rumah dan membangun masa depan ekonomi yang stabil.
Generasi muda dinilai menghadapi kondisi ekonomi yang jauh lebih berat dibanding sebelumnya.
Kenaikan biaya hidup, harga aset yang terus meningkat, hingga terbatasnya pendapatan membuat banyak anak muda kesulitan menabung untuk membeli rumah pertama.
- Studi CELIOS: Sistem Oligarki Dinilai Memperparah Ketimpangan Gender, Jadi Penghambat Pemberdayaan Perempuan
- Laporan CELIOS: Kursi Parlemen Dikuasai Oligarki Politik, Gen Z Harus Jobless 7,5 Bulan untuk Dapat Kerja
- Laporan CELIOS Ungkap Daftar 11 Pejabat Triliuner di Kabinet Merah Putih, Harta Tertinggi Tembus Rp5 Triliun
Kekayaan Elite Naik Cepat, Rumah Makin Sulit Dijangkau
Dalam laporan tersebut, CELIOS mencatat total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia meningkat tajam dari Rp2.508 triliun pada 2019 menjadi Rp4.651 triliun pada 2026.
CELIOS juga menyebut kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia kini setara dengan kekayaan sekitar 55 juta masyarakat Indonesia.
Menurut CELIOS, konsentrasi kekayaan yang semakin besar pada kelompok elite membuat akses terhadap aset seperti rumah menjadi semakin sulit bagi masyarakat biasa, terutama generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.
Anak Muda Dinilai Sulit Membangun Aset Jangka Panjang
Laporan CELIOS menilai banyak anak muda saat ini bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk membangun aset jangka panjang.
Pendapatan yang diperoleh sering kali habis untuk biaya makan, transportasi, kontrakan, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Di sisi lain, banyak generasi muda juga bekerja di sektor informal maupun pekerjaan fleksibel dengan pendapatan yang tidak stabil dan perlindungan kerja yang minim.
Kondisi tersebut membuat kemampuan menabung untuk membeli rumah menjadi semakin terbatas.
CELIOS menilai situasi ini membuat peluang mobilitas sosial generasi muda semakin sempit karena kepemilikan rumah dan aset kini menjadi semakin sulit dicapai.
Ketimpangan Diprediksi Semakin Parah pada 2050
Dalam proyeksinya, CELIOS memperingatkan bahwa tanpa perubahan struktur ekonomi dan politik, ketimpangan di Indonesia dapat semakin melebar pada masa depan.
Pada 2050, kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia diperkirakan bisa setara dengan kekayaan 111 juta penduduk Indonesia.
Menurut CELIOS, kondisi tersebut berpotensi membuat generasi muda semakin sulit memiliki rumah, membangun keluarga, hingga memperoleh rasa aman secara ekonomi di masa depan. (naa)




