Namun, namanya mulai dikenal di internal kampus ketika dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kehutanan selama dua periode, yakni 2016-2020 dan 2020-2024.
Aktif di Forum Internasional dan Tim Pakar KLHK
Di luar Unmul, Rudianto Amirta juga sempat menjadi Asisten Profesor di Laboratory of Biomass Conversion, Research Institute for Sustainable Humanosphere (RISH), Kyoto University pada 2006-2008.
Ia juga pernah masuk dalam tim pakar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membantu pengembangan multiusaha kehutanan pada 2020-2023.
Tak hanya itu, Rudianto Amirta tercatat menjadi anggota delegasi Pemerintah Indonesia dalam forum internasional Conference of the Parties (COP) ke-25 UNFCCC di Madrid, Spanyol pada 2019 dan COP ke-27 di Sharm el-Sheikh, Mesir pada 2022.
Ia juga terlibat dalam Indonesia-Japan Forestry Investment Dialogue di Tokyo, Jepang pada 2022.
Produktif Meneliti Biomassa dan Energi Terbarukan
Dari sisi akademik, produktivitas riset Rudianto termasuk menonjol di lingkungan Unmul.
Berdasarkan data Scopus, ia memiliki h-index 12 dengan 49 artikel ilmiah internasional bereputasi dan lebih dari 477 sitasi.
Sementara di Google Scholar, ia memiliki h-index 20 dengan lebih dari 1.074 sitasi.
Bidang riset yang banyak ia geluti berkaitan dengan konversi biomassa, biokonversi lignin, teknologi pulp dan kertas, hingga energi terbarukan berbasis hasil hutan.
Riset terbaru yang ia kembangkan berkaitan dengan biomassa cepat tumbuh untuk bioenergi dan teknologi pirolisis berbagai jenis kayu tropis menjadi pellet energi serta arang premium.
Bangun Kolaborasi dengan Kampus Dunia
Aktivitas akademiknya juga tidak berhenti di laboratorium.
Ia aktif membangun kolaborasi internasional dengan sejumlah kampus dunia seperti Kyoto University, Kyoto Prefectural University, Mie University, Korea University, Chulalongkorn University, Naresuan University, University Putra Malaysia, Leiden University, Delft University of Technology hingga Erasmus University.
Tag



