ARUSBAWAH.CO - Syahariah Mas’ud, Anggota DPRD Kaltim, tak menjawab pertanyaan redaksi Arusbawah.co soal perbincangan publik terkait sosok Putri Amanda Nurrahmadani, perempuan berusia 23 tahun yang baru saja terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim periode 2025–2030.
Ditemui Arusbawah.co di Kantor DPRD Kaltim pada Minggu (30/11/2025), Syahariah memilih tak menjawab itu.
Kembali ditanya wartawan apakah ia menanggapi rumor bahwa Putri Amanda Nurrahmadani menjadi ketua karena status sebagai anak pejabat, Syahariah menjawab lugas.
“Kalau Kadin, No comment dulu ya. Terus kalau umpamanya anak dari ibu, apa masalahnya? Kalaupun bukan dari ibu, apa juga masalahnya? Apakah bermasalah?” tegasnya.
Namun di balik sikap no comment, Syahariah justru mengirim pesan keras terkait kondisi Kadin Kaltim yang selama setahun terakhir mati suri.
“Tujuan kita adalah Kadin ini harus jalan. Kan kemarin enggak jalan. Hampir setahun enggak jalan Kadin ini.” katanya.
Kakak dari Gubernur Kaltim itu menekankan bahwa siapa pun ketuanya anak pejabat maupun anak dari keluarga biasa yang terpenting adalah integritas.
“Siapapun orangnya, saya berharap Kadin untuk Kalimantan Timur itu bisa lebih maju lagi. Ya, apalah artinya Kadin, Kadin, dan Kadin tapi tidak bekerja dengan profesional,” ucap Syahariah.
Sorotan atas Proses Pemilihan Putri Amanda
Proses pemilihan Ketua Kadin Kaltim hingga terpilihnya Putri Amanda kini masih dipenuhi tanda tanya.
Mulai dari mundurnya calon kuat Muhammad Ridwan, syarat administrasi Putri Amanda Nurrahmadani yang tak memenuhi AD/ART, hingga belum melengkapi berkas penting.
Nama Putri Amanda Nurrahmadani sebelumnya juga disebut hampir tak dikenal di lingkungan pengurus Kadin.
Putri Amanda Nurrahmadani disebut tidak pernah menjadi pengurus, belum dua tahun aktif seperti syarat AD/ART, dan bahkan berkas pencalonannya belum lengkap.
Namun forum Musprov tetap memberikan jalur mulus yang jarang terjadi dalam pemilihan organisasi bisnis sebesar Kadin.
Beredar pula soal isu hubungan kekerabannya dengan pejabat Kaltim.
Putri Amanda Nurrahmadani, yang dikejar wartawan malam itu, memilih menghindari semua pertanyaan terkait isu kekerabatan.
“Saya no comment,” ujar Putri Amanda sebelum masuk lift dan meninggalkan arena Musprov.
Beban Moral dan Harapan Syahariah Mas’ud
Secara pribadi, Syahariah Mas’ud menyampaikan bahwa status Putri sebagai ketua Kadin bukanlah keistimewaan, justru menjadi beban moral baginya.
“Tapi kalau anak saya, malu saya dibilang anak saya kalau saya nggak bisa sukseskan Kadin,” ujarnya kepada awak media.
Pernyataan Syahariah Mas’ud itu menegaskan bahwa ia ingin menjaga jarak dari campur tangan langsung atas pemilihan Putri Amanda sebagai ketua Kadin.
Ia juga menegaskan tetap memikul tanggung jawab moral, sebab bagaimanapun Putri Amanda Nurrahmadani tetap membawa nama dirinya.
Terakhir, Syahariah Mas’ud menekankan bahwa jabatan ketua Kadin bukanlah sekadar gelar.
“Ngapain kita mau milih-milih kalau dia nggak mau kerja. Hanya dibilang aja ketua Kadin. Siapapun orangnya yang penting dia punya integritas.” pungkas Politisi partai Golkar itu.
(wan)
Disclaimer: Berita mengalami perubahan pada hari Selasa (02/12/2025). Perubahan dikarenakan adanya permintaan dari narasumber atas informasi yang sebelumnya terpublish.




