“Alhamdulillah, selama satu tahun ini telah banyak capaian penting yang langsung berdampak pada ketahanan air, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semua ini bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang infrastruktur,” ungkap Seno Aji.
Di hadapan para peserta upacara, ia kembali mengingatkan pentingnya pembagian tugas yang terkoordinasi.
Ia menyebut contoh persoalan lapangan seperti pekerjaan drainase dan pengerjaan jalan yang kadang tidak direncanakan bersama, sehingga memicu pembongkaran ulang yang menghambat efisiensi.
“Bersinergi membangun jalan itu penting. Jika drainase sudah jadi baru jalannya dibuat, jangan sampai dibongkar lagi. Ini sering terjadi karena tidak sinkronisasi. Sekarang kita evaluasi diri agar seluruh pekerjaan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya, menegaskan.
Seno Aji juga menyinggung kondisi fiskal Kaltim. Ia menjelaskan bahwa pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) membuat ruang gerak pembangunan semakin terbatas.
Anggaran Dinas PUPR Kaltim untuk 2026 bahkan diperkirakan hanya berada di bawah Rp1 triliun, jauh dari kisaran normal Rp3–4 triliun.
Karena itu, ia meminta agar penentuan proyek dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat urgensinya.
Tag



