ARUSBAWAH.CO - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menyatakan dukungannya terhadap peran aktif para pengembang dalam mewujudkan program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Kaltim.
Program ini merupakan bagian dari target nasional yang dicanangkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.
Menurut Seno, Provinsi Kaltim ditargetkan membangun 100 ribu unit rumah MBR selama lima tahun, atau setara 20 ribu unit per tahun.
“Ini menjadi target bersama antara pemerintah, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya seperti BPN,” ujar Seno Aji saat menerima perwakilan dari DPD REI, Apersi, dan Himperra Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim.
Rakor Khusus Akan Digelar 20 Agustus 2025
Untuk mempercepat realisasi target tersebut, Pemprov Kaltim akan menggelar rapat koordinasi (rakor) pada 20 Agustus 2025.
Rakor ini akan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk kementerian terkait, pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, dan para pengembang perumahan.
Seno menyampaikan bahwa dalam rakor tersebut, pihaknya juga akan membahas berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan pembangunan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan upaya percepatan sistem PBG Express yang hingga kini belum berjalan di Kaltim.
“Kita juga akan mengundang langsung Pak Menteri Maruarar Sirait dan mendorong kebersamaan seluruh kabupaten/kota agar pembangunan perumahan ini berjalan lebih lancar,” ungkapnya.
Dukungan dan Masukan dari Pengembang
Dalam pertemuan itu, tiga asosiasi pengembang memberikan masukan penting yakni soal ejumlah kendala di lapangan dan menyambut baik rencana rakor untuk mempertemukan seluruh pihak dalam mencari solusi bersama.
Harapan Seno Aji: Kaltim Jadi Percontohan Nasional
Seno Aji berharap agar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat memberikan dukungan penuh terhadap program MBR di Kaltim.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat.
“Dengan kerja sama yang solid, kita bisa realisasikan target dan menjadikan Kaltim sebagai contoh sukses pembangunan rumah MBR di Indonesia,” tutupnya. (adv)




