ARUSBAWAH.CO - Sosok wanita bernama Senja Fithrani Borgin, yang sebelumnya viral usai diduga mengintimidasi jurnalis saat wawancara doorstop dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara.
Dalam acara silaturahmi dan ngopi bareng Gubernur Kaltim bersama insan pers pada Sabtu (26/7/2025) malam, Senja memberikan klarifikasi langsung di hadapan puluhan awak media.
Senja yang kini diketahui sebagai asisten pribadi Gubernur Rudy Mas’ud, menyatakan insiden tersebut hanya kesalahpahaman.
Ia mengaku sebagai pendatang baru di Kalimantan Timur, dengan latar belakang militer.
“Alhamdulillah follower saya bertambah, mungkin karena viral itu. Tapi teman-teman harus tahu, saya ini orang baru di Kaltim. Jadi mohon maaf kalau kemarin ada salah paham,” kata Senja.
Latar Belakang Militer dan Peran Sebagai Pengawal Gubernur
Senja mengungkapkan bahwa gaya komunikasinya dipengaruhi latar belakangnya sebagai guru militer selama satu dekade.
Hal itu membentuk karakter tegas dalam bertugas.
“Selama 10 tahun saya jadi guru militer. Jadi kalau terlihat tegas, itu bagian dari karakter saya karena biasa menghadapi para jenderal. Peran saya jelas: melindungi gubernur,” ungkapnya.
Sebagai informasi, video Senja yang mengucapkan kata “tandai-tandai” kepada jurnalis saat wawancara dengan Rudy Mas’ud pada Senin (21/7) di Kantor Gubernur Kaltim viral dan menuai berabgai kritik.
Kalimat itu muncul setelah seorang wartawan menanyakan ketidakhadiran pejabat utama Pemprov Kaltim dalam rapat paripurna DPRD.
Tak hanya menginterupsi pertanyaan, Senja juga disebut mendekati wartawan dan mempertanyakan asal medianya.
- Syahariah Mas'ud Kritik Ketidakhadiran Rudy Mas'ud di Paripurna, Pokja 30: Kritik Juga Program yang Belum Berjalan
- AJI Samarinda Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis oleh Ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
- Sosok Samping Rudy Mas'ud Sebut 'Tandai Tandai' saat Jurnalis Interview, Minta Wawancara Hanya Terkait Agenda
Permohonan Maaf Gubernur
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya mohon maaf, itu spontan dan di luar kontrol saya. Tidak ada niat untuk hal itu terjadi,” kata Rudy sebelumnya.
Rudy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam menyampaikan informasi positif ke publik.
“Selama ini kita sudah berjalan bersama, membangun Kalimantan Timur dengan informasi yang baik. Saya harap silaturahmi dan kerja sama ini terus kita jaga,” tegasnya. (wan)




