ARUSBAWAH.CO - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan intimidatif yang dilakukan oleh ajudan dan asisten pribadi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, terhadap sejumlah jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.
AJI menyebut insiden ini sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers dan penghalangan kerja jurnalistik yang dijamin oleh undang-undang.
Kronologi Intimidasi: Dua Kejadian Berbeda dalam Tiga Hari
Melalui siara pers diterima redaksi Arusbawah.co pada Selasa (22/07/2025), AJI Samarinda merunutkan kejadian yang terjadi.
Kejadian pertama terjadi pada Sabtu malam, 19 Juli 2025, sekitar pukul 23.00 WITA.
Saat itu, sejumlah wartawan tengah mewawancarai Rudy Mas’ud usai dirinya terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar.
Seorang ajudan pria berbadan tegap mendekati wartawan dan meminta mereka menghentikan wawancara dengan gestur intimidatif, bahkan sampai menyentuh fisik jurnalis.
Salah satu jurnalis mengalami tekanan fisik pada pergelangan tangan dan bahu saat sedang merekam video.
Tag



