Advertorial

Diskominfo Kalimantan Timur

Semua Layanan Jospol Beralih Online, Pemprov Kaltim Makin Mudahkan Calon Pengusaha

Selasa, 25 November 2025 20:10

KEPALA DINAS - Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih/ Foto: IG @dppkukm

ARUSBAWAH.CO - Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya memperluas lahirnya wirausaha UMKM baru di seluruh kabupaten/kota.

Program Jospol difungsikan sebagai jalur pelatihan terpadu yang bisa diakses masyarakat secara gratis melalui pendaftaran online.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menekankan bahwa program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha atau pernah mengalami kegagalan berwirausaha, bukan bagi UMKM yang sudah beroperasi.

“Yang mendaftar adalah calon pengusaha. Seluruh alur pendaftarannya dilakukan secara daring sehingga masyarakat dari berbagai daerah di Kaltim bisa bergabung tanpa harus datang langsung ke kantor,” ujar Heni.

Usai mendaftar secara online, peserta akan melewati proses seleksi berdasarkan minat dan rencana usaha.

Mereka yang lolos kemudian mengikuti pelatihan dasar kewirausahaan.

Heni memastikan peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh bantuan peralatan usaha sesuai bidang yang mereka pilih.

“Setelah pelatihan dan pendampingan, peserta langsung kami bekali peralatan usaha. Prinsip kami, bangun kompetensinya dulu, baru diberikan fasilitas,” tegasnya.

Untuk calon pelaku usaha kuliner, Jospol menyediakan pendampingan lanjutan yang lebih komprehensif, mencakup:

  • Pengurusan legalitas usaha makanan
  • Pendampingan sertifikasi halal
  • Pelatihan produksi kuliner
  • Pelatihan pemasaran digital dan branding

“Untuk kuliner, prosesnya lebih lengkap. Tidak hanya peralatan, tapi kami pastikan mereka siap dari sisi izin usaha, kebersihan, sertifikasi halal, hingga strategi pemasaran digital,” tambah Heni.

Pada 2026, DPPKUKM menargetkan 2.500 peserta dari seluruh kabupaten/kota.

Program ini merupakan bagian dari roadmap besar Pemprov Kaltim melalui Jospol untuk mencetak 10.000 pelaku UMKM baru dalam lima tahun ke depan.

Dengan pendaftaran yang makin mudah dan kualitas pelatihan yang terus ditingkatkan, pemerintah berharap lebih banyak warga mampu memulai usaha dengan keterampilan yang terarah dan pendampingan berkelanjutan.


“Harapan kami, masyarakat tidak sekadar ikut pelatihan, tetapi benar-benar membuka usaha dan berkembang. Ini langkah nyata menuju kemandirian ekonomi Kalimantan Timur,” tutup Heni.

(adv)

Tag

MORE