Arus Publik

Makan Bergizi Gratis

Seluruh Dapur MBG di Samarinda Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Kadinkes Ismid Kasih Deadline Akhir Oktober 2025

Jumat, 10 Oktober 2025 11:18

Proses produksi di dapur MBG yang berada di Jl. Wahid Hasyim II Gang Wahyu/HO

ARUSBAWAH.CO -  Hingga awal Oktober 2025, seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ismid Kusasih menegaskan, semua dapur harus selesai proses sertifikasi paling lambat akhir Oktober 2025, sesuai tenggat nasional.

“Tidak ada toleransi bagi kelalaian. Semua dapur MBG wajib kantongi SLHS sebelum beroperasi penuh,” tegas Ismid, Kamis (9/10/2025).

Audit Dapur MBG oleh Dinkes dan BGN

Dinas Kesehatan Kota Samarinda bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia jelaskan, audit ini bertujuan memastikan:

  • Kebersihan dapur dan keamanan pangan
  • Kesehatan penjamah makanan
  • Kepatuhan terhadap standar nasional

Ismid menjelaskan, saat ini dari total 13 SPPG di Samarinda, belum satu pun yang telah memiliki SLHS.

Proses sertifikasi melibatkan pelatihan bagi seluruh tenaga dapur MBG, termasuk relawan dan pekerja harian, serta pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penyakit menular seperti hepatitis dan TBC.

 

Pelatihan dan Pemeriksaan Kesehatan

Sekitar 400 tenaga dapur MBG telah mengikuti pelatihan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan para penjamah makanan bebas dari penyakit menular.

“Kami pastikan semua penjamah dalam kondisi sehat, karena mereka langsung berinteraksi dengan bahan pangan anak-anak,” tambah Ismid.

Sertifikasi ini tidak dipungut biaya, sebagai bagian dari program pemerintah untuk menjamin mutu makanan anak sekolah.

Pendaftaran Mitra Dapur dan Perluasan Program

Di pihak lain, Koordinator Wilayah BGN dan SPPG Samarinda, Hariyono, menyebutkan, dari 73 target SPPG, baru 13 dapur yang beroperasi penuh, sementara 10 lainnya masih dalam tahap pembentukan.

Untuk memperluas jangkauan, pihak BGN membuka pendaftaran mitra dapur melalui portal daring mitra.bgn.id.

Pendaftaran terbuka untuk yayasan atau koperasi yang memenuhi syarat, termasuk kepemilikan atau izin penggunaan lahan.

“Proses pendaftaran transparan dan berbasis portal,” jelas Hariyono.

Kembali Beroperasi, Pemantauan Terus Dilakukan

Beberapa dapur MBG sudah mulai beroperasi kembali, termasuk di SMAN 2 Samarinda sejak Senin (6/10/2025).

Meski distribusi makanan normal, masih terdapat keluhan soal kualitas dari beberapa siswa.

“Temanku bilang rasa ikannya kayak rasa pasir,” ungkap salah seorang siswa.

Dinkes menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan, khususnya pada dapur yang belum menyelesaikan sertifikasi.

“Kami ingin memastikan tidak ada kelalaian. Semua dapur harus memenuhi standar kesehatan sebelum melayani siswa,” tutup Ismid. (pra)

 

Tag

MORE