ARUSBAWAH.CO - Waktu terus berjalan menuju 14 Juli 2025, hari dimana program Sekolah Rakyat serentak dilaksanakan dengan 63 daerah lain di Indonesia.
Namun, dari pantauan langsung wartawan Arusbawah.co ke lokasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Samarinda yang akan digunakan untuk menampung 100 siswa, kondisi kesiapan fasilitas masih jauh dari kata selesai.
Lokasi ini disiapkan untuk Sekolah Rakyat yang diusulkan oleh Pemkot Samarinda.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu tampaknya diburu oleh tenggat waktu yang mepet dengan realita di lapangan.
Gedung BPMP Disiapkan, Tapi Fasilitas Dasar Terpantau Belum Terpenuhi
Gedung BPMP yang terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang, akan menjadi tempat tinggal dan belajar bagi 50 siswa tingkat SMP dan 50 siswa tingkat SMA.
Namun, berdasarkan pengamatan langsung ke lokasi, belum ada satupun fasilitas dasar yang tersedia.
Belum ada meja, kursi, papan tulis, kasur, ranjang, maupun lemari pakaian untuk para siswa.
Ruang-ruang kelas masih kosong. Asrama yang disiapkan bahkan belum memiliki tempat tidur. Semua fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari para siswa dan kegiatan belajar terpantau mata redaksi Arusbawah.co belum terisi.
Gedung 1: Titik Utama Asrama Siswa

Gedung 1 yang terdiri dari dua lantai dijadikan titik utama untuk asrama.
Lantai bawah gedung 1 diperuntukkan bagi asrama putra, masing-masing 25 siswa SMP dan 25 siswa SMA, sedangkan lantai atas untuk asrama putri dengan jumlah yang sama.
Satu ruangan cukup luas di lantai bawah juga direncanakan sebagai ruang belajar.
Selain itu, di gedung 1 tersedia empat toilet, dua di lantai bawah dan dua di atas.
Sementara itu, satu ruang tata usaha (TU) di dekat pintu masuk gedung 1 akan menjadi tempat wali siswa memantau kegiatan harian anak-anak.
Di sisi kanan gedung terdapat lapangan yang akan difungsikan untuk olahraga dan upacara para siswa.
Saat ini, gedung masih dalam tahap renovasi dengan cat dinding yang belum rampung.
Pekerja dari Dinas PUPR Kaltim terus mengebut pekerjaan yang ditargetkan selesai dalam dua bulan, mencakup pengecatan luar dalam dan pengadaan seluruh mebeler.
Gedung 2: Disiapkan untuk Kegiatan Belajar, Ruang Kepala Sekolah dan Kantor Guru

Berjalan sekitar 700 meter dari Gedung 1, terdapat Gedung 2 yang terdiri atas dua lantai dan direncanakan menjadi ruang belajar, ruang kepala sekolah dan kantor guru.
Empat ruang kelas disiapkan, diantara ruangan akan dibangun untuk laboratorium.
Di luar gedung, lorong penghubung sebelumnya sudah dipasangi kanopi sebagai jalur sehari-hari siswa.
Sepanjang area itu merupakan kawasan terbuka hijau yang ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok, termasuk satu musholla kecil untuk ibadah siswa.
Gedung 3: Ruang Makan dan Dapur

Gedung 3 yang berdiri berdampingan dengan Gedung 2 disiapkan sebagai ruang makan bersama.
Bangunan dua lantai itu dilengkapi kipas angin dan terdapat dua dapur basah dan dapur kering.
Gedung 3 akan menjadi tempat berkumpul seluruh siswa tiga kali sehari untuk makan.
Kapasitasnya diklaim cukup menampung 100 siswa sekaligus.
- Bulan Depan Launching, Pemprov Kaltim Baru Mau Kirim Usul untuk Sekolah Rakyat, Darlis: Lambat
- Sekolah Rakyat di Samarinda Dimulai Awal Juli 2025, Tapi Sudah Ada Calon Siswa Menolak! Kadisdik: Ini kan Aneh
- Mensos Gus Ipul: Biaya Sekolah Rakyat Capai Rp 48 Juta per Siswa per Tahun, Total Anggaran Rp 2,3 Triliun
Fasilitas Belum Lengkap, Target Waktu Semakin Dekat
Semua ruangan di tiga gedung yang disiapkan masih belum terisi fasilitas pendukung untuk siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Belum ada tempat tidur bertingkat, belum ada kasur, belum ada papan tulis, belum ada meja belajar, bahkan belum ada lemari pakaian.
Satu-satunya fasilitas yang tampak hanya beberapa kipas angin di plafon Gedung 3.
Progres Fisik Dikebut, Mebel Belum Tiba
Saat ditemui di sela pengerjaan, Adit, selaku penanggung jawab konstruksi, mengatakan pihaknya telah ditunjuk oleh Dinas PUPR Kaltim untuk merehabilitasi seluruh fasilitas.
"Kami siapkan empat asrama, empat ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang makan, dapur, ruang rapat, dan seluruh toilet serta mebel," ujar Adit, Senin (7/7/2025).
Ia menambahkan bahwa mebel seperti ranjang bertingkat, meja belajar, dan lemari masih dalam tahap produksi oleh rekanan pusat di Jakarta.
“Begitu sampai, langsung kami pasang. Untuk pekerjaan sipil, kami pastikan tidak mengganggu saat siswa mulai masuk karena hanya dikerjakan di sisi luar,” jelasnya.
Tiga Gedung Dipinjamkan BPMP untuk Sekolah Rakyat
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPMP Kaltim, Sujarwo, mengatakan tiga gedung telah dipinjamkan untuk program Sekolah Rakyat, yakni Gedung P, O, dan D (disamakan dengan sebutan Gedung 1, 2, dan 3).
“Ini diskresi kami karena masih menunggu arahan pusat. Prinsip kami, membantu tapi tidak boleh terganggu,” katanya.
Total terdapat 12 ruangan yang dimanfaatkan untuk asrama siswa, kelas, ruang penjaga, dan ruang makan dua lantai.
Fasilitas pendukung milik BPMP seperti laboratorium komputer, perpustakaan buku, klinik kesehatan, dan aula olahraga juga bisa digunakan oleh siswa, asalkan tidak sedang digunakan pihak BPMP.
“Fasilitas itu milik negara. Kalau sedang tidak kami pakai, silakan digunakan. Tapi kalau berbenturan dengan jadwal kami, ya tidak bisa,” tegas Sujarwo.
Untuk asrama guru, BPMP telah menyiapkan cadangan ruangan yang dapat menampung 8 hingga 12 orang, apabila nantinya terdapat guru yang diasramakan.
“Kalau memang tidak cukup, sebagian mungkin berbagi ruang dengan siswa. Tapi kami upayakan tetap sesuai standar kontrak,” tutupnya.
(wan)





