ARUSBAWAH.CO - Program Sekolah Rakyat (SR) dipastikan mulai berjalan di Kota Samarinda pada awal Juli 2025.
Sebanyak 100 siswa dari keluarga miskin ekstrem akan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) berasrama di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim, sambil menunggu pembangunan gedung permanen oleh Kementerian PUPR di kawasan Palaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan bahwa proses seleksi siswa dan koordinasi teknis tengah dikebut.
“Jadi di awal Juli itu bersamaan dengan sekolah-sekolah umum. Saat ini kita sedang finalisasi muridnya. Harapan kita tidak ada hambatan berarti,” ujarnya saat diwawancara melalui telpon, Senin (2/6/2025).
Namun, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu mendapat pandangan berbeda dari orangtua dan calon siswa.
Asli mengungkapkan beberapa calon siswa dari keluarga miskin ekstrem menolak masuk ikut dalam program Sekolah Rakyat karena tidak mau diasramakan.
Bahkan Asli menyebut, ada beberapa siswa beranggapan bahwa lingkungan asrama Sekolah Rakyat menyerupai barak militer.
“Makanya itu perlu edukasi. Jangan sampai dipersepsikan negatif. Padahal niat pemerintah ini mulia, semua kebutuhan siswa dijamin,” tegas Asli.
Tag



