Lebih lanjut, Sekolah Rakyat tidak hanya mengajarkan mata pelajaran akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Sekolah ini dirancang menyatu. Artinya, siswa belajar tidak hanya di kelas. Waktu mereka 24 jam di asrama akan diisi pembelajaran karakter, agama, keterampilan hidup, dan akademik,” ujarnya.
Menurut Hasyim, saat ini salah satu tantangan utama adalah memperkenalkan pola pembelajaran baru kepada siswa yang sebagian besar berasal dari sekolah reguler dan yang tidak bersekolah.
Dalam tiga bulan pertama, siswa akan dibimbing secara intensif untuk beradaptasi, termasuk pengenalan aplikasi pembelajaran dan pola belajar berbasis digital yang menjadi standar di Al Hikmah.
"Anak-anak ini perlu dikenalkan dulu ke teknologi, ke pola hidup di boarding school, dan ke modul pembelajaran. Tidak bisa langsung dipaksa dengan sistem baru," jelas Hasyim.
Tantangan di Fase Rintisan: Kekurangan Guru Masih Terjadi
Meskipun BPMP masih dalam tahap rintisan dan banyak kekurangan dalam hal guru untuk mata pelajaran tertentu seperti Fisika, Kimia, dan Seni Budaya, Hasyim optimistis semua kebutuhan bisa dipenuhi seiring berjalannya waktu.
Ia bahkan mengaku sempat ditawari untuk turut mengajar Seni Budaya karena kekosongan pengajar.
"Saya dilapori masih ada kekurangan guru. Ya, karena kita rintisan, fleksibilitas diperlukan. Tapi semua tetap mengacu pada kualitas pembelajaran," pungkasnya.
(wan)
Tag




