ARUSBAWAH.CO - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) telah menjadi salah satu tonggak penting dalam pemerataan pendidikan tinggi berbasis teknologi di Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa.
Berdiri di atas lahan seluas 300 hektare di Karang Joang, Balikpapan Utara, kampus ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan menjadi institut teknologi negeri keempat yang dimiliki Indonesia.
- 6 Jurusan Institut Teknologi Kalimantan yang Relevan dengan Pembangunan IKN, Ada Teknik Sipil hingga Informatika
- Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda Menuju Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, saat Ini Masih dalam Proses Akreditasi
- Fasilitas Modern hingga CT Scan 128 Slice, Mengenal Layanan di Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda
Lahir dari Kebutuhan SDM Teknik di Luar Jawa
Proses pendirian ITK berawal dari keinginan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan SDM teknik di luar Pulau Jawa.
Pada 2011, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) memanggil perwakilan dari ITS Surabaya dan ITB untuk memulai studi kelayakan pendirian institut teknologi di Kalimantan dan Sumatra.
ITS kemudian membentuk tim untuk melakukan studi kelayakan pembangunan sebuah institut teknologi di Kalimantan, sementara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyanggupi menyediakan lahan seluas 300 hektare di Balikpapan, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta KM 15 (Jl. Sungai Wain), Kelurahan Karang Joang.
Melalui forum diskusi yang diselenggarakan di Balikpapan dan Samarinda oleh tim studi kelayakan dari ITS, tercetuslah nama Institut Teknologi Kalimantan atau ITK.
Hasil studi kelayakan tersebut ditindaklanjuti dengan dimulainya pembangunan gedung ITK dan penerimaan mahasiswa pertama pada 2012.
Sebagai catatan tambahan, latar belakang berdirinya ITK juga berkaitan dengan kekayaan sumber daya alam dan pertumbuhan penduduk Kalimantan yang terus meningkat, sehingga penambahan perguruan tinggi negeri dipandang sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan dan pembangunan daerah.
Diresmikan SBY 2014, Jadi Institut Teknologi Negeri Keempat
Tahapan peresmian ITK berlangsung melalui beberapa momen penting di tahun 2014.
Pada Senin, 15 September 2014, dilaksanakan groundbreaking pembangunan kampus ITK di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.
Kemudian pada Senin, 6 Oktober 2014, ITK diresmikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Lantamal Perak Surabaya, dan pada 12 Oktober 2014 dilakukan pelantikan rektor pertama ITK di Jakarta, yakni Prof. Sulistijono, DEA, dosen Jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITS Surabaya.
Secara legal formal, ITK didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2014 tentang Pendirian Institut Teknologi Kalimantan yang ditetapkan pada 6 Oktober 2014 dan diundangkan pada 9 Oktober 2014.
Meski peresmian resmi terjadi pada 2014, ITK sebenarnya sudah memulai kegiatan akademik dan menerima mahasiswa baru sejak tahun ajaran 2012-2013.
Dengan dibukanya ITK bersama ITERA, Indonesia kini memiliki empat institut teknologi negeri setelah sebelumnya hanya ada ITB dan ITS.
Dari sisi pembangunan fisik, perjalanan awal ITK tidak instan.
Sebagai tahap awal, pemerintah pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp 38 miliar untuk membangun gedung akademik, dan pada tahun berikutnya kembali mendapat gelontoran APBN sebesar Rp 70 miliar untuk membangun gedung akademik lagi serta menyelesaikan bangunan di lantai atas gedung lama.
Meski demikian, total kebutuhan anggaran untuk kampus seluas 300 hektare itu diperkirakan mencapai Rp 9 triliun.
Dari sisi tenaga pengajar, dosen ITK sudah dipersiapkan sejak proses pembentukan Tim Pelaksana Harian pada 2012, dengan jumlah sekitar 50 dosen yang seluruhnya minimal bergelar master.
Dengan lahan seluas 300 hektare yang digadang-gadang sebagai salah satu kampus terbesar di Asia Tenggara, ITK terus berkembang sebagai pusat pendidikan teknik dan teknologi di Kalimantan Timur, sekaligus menjadi simbol pemerataan akses pendidikan tinggi berbasis teknologi di luar Pulau Jawa. (jay)
- PT NCI Tambang Batu Bara Terafiliasi Grup MNC, Diduga Masih Gunakan Lahan Pemkot Samarinda
- Ditulis soal Dugaan Membobol APBD Dana Hibah LPTQ, Sekprov: 'Hati-Hati Pakai Kata Itu, Bertanggung jawab Apa Yang Ditulis'
- Ekti Imanuel Ungkap Jadwal Hak Angket Rudy Mas'ud Belum Diputuskan, Banmus Baru Rapat Akhir Juni




