ARUSBAWAH.CO - Gerakan pembentukan Koperasi Merah Putih yang digalakkan secara nasional mulai terasa dampaknya di Kota Samarinda.
Hingga pertengahan Juni 2025, sebanyak 59 koperasi telah berdiri di berbagai kelurahan.
Program besutan Kementerian Koperasi dan UKM ini bertujuan menguatkan ekonomi berbasis masyarakat dari akar rumput.
Meski demikian, muncul sejumlah catatan dari kalangan legislatif terkait pelaksanaan di lapangan.
Salah satunya datang dari Joha Fajal, anggota Komisi II DPRD Samarinda, yang menilai bahwa model koperasi tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah setempat.
“Struktur pemerintahan di Samarinda berbeda dengan wilayah pedesaan. Di sini tidak ada desa, hanya kelurahan. Maka, pola pengelolaan koperasi juga tidak bisa serta-merta disamakan,” ujar Joha saat ditemui Senin, 23 Juni 2025.
Tag



