ARUSBAWAH.CO - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menegaskan bahwa program Gratis Pol hanya diperuntukkan bagi mahasiswa reguler, bukan untuk mahasiswa kelas extension atau eksekutif.
Pernyataan ini disampaikan setelah beredar informasi keliru di media sosial yang menyebut program bisa dinikmati semua orang.
“Karena memang ada beberapa persyaratan, wajib untuk anak Kalimantan Timur, dan tidak kalah pentingnya untuk mahasiswa reguler, bukan untuk yang extension ataupun eksekutif, ya jadi ini yang agak sedikit keliru,” ujar Rudy Mas’ud, Senin (9/2/2026).
Keluhan Mahasiswa yang Batal Menerima Bantuan
Meski program bertujuan positif, sejumlah mahasiswa mengeluhkan perubahan status penerima.
Beberapa yang awalnya dinyatakan lolos tiba-tiba batal menerima fasilitas Gratis Pol, termasuk seorang mahasiswi yang akhirnya harus membayar biaya kuliahnya sendiri setelah sebelumnya dianggap memenuhi syarat.
Kasus serupa terjadi pada beberapa mahasiswa Magister (S2) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang terdaftar di kelas eksekutif.
Mereka sempat dinyatakan lolos, namun kemudian dibatalkan karena tidak termasuk kriteria program.
Situasi ini memicu pertemuan antara kampus, mahasiswa, dan Pemprov Kaltim untuk menjelaskan mekanisme pelaksanaan program.




